Mau Tau Sistem Fisiologi Cacing Tanah? Pelajari Selengkapnya Disini

Didunia ini, sangat banyak sekali jenis mahkluk hidup yang sering kita lihat disekitar kita dari ukuran tubuhnya yang terkecil hingga yang paling besar. Setiap Mahkluk hidup yang ada di dunia ini sudah pasti memiliki sistem Fisiologi yang berbeda. Salah satu Mahkluk hidup yang akan kita bahas disini dengan sistem Fisiologinya adalah Cacing tanah.

Cacing tanah adalah salah satu Mahkluk hidup dengan ukuran tubuhnya yang kecil dan menjadi salah satu Mahkluk hidup yang tinggalnya didalam tanah. Jika berbicara mengenai cacing tanah, taukah anda apa sajakah yang menjadi Sistem Fisiologis dari Cacing Tanah? Kalau anda tidak tau, ayo kita simak penjelasannya dibawah ini.

1. Sistem pencernaan

Sistem-pencernaan-pada-cacing-tanah

Cacing tanah dikatakan memiliki sistem pencernaan yang sangat lengkap dimana cacing tanah terdiri dari mulut, kerongkongan atau faging, kelenjar kalsiferous dan juga anus. Proses pencernaan cacing tanah dibantu oleh enzim yang dikeluarkan oleh getah pencernaan secara ekstrasel.

Dalam hidup cacing tanah, untuk bertahan hidup cacing tanah memakan dedaunan serta sampah organik yang sudah lapuk. Dikatakan, cacing tanah dapat mencerna senyawa organik menjadi molekul yang sederhana yang kemudian diserap oleh tubuhnya. Makanan sisa dalam tubuhnya akan dikeluarkan melalui anus.

2. Sistem peredaran darah

peredaran darah cacing

Cacing tanah dikatakan memiliki alat peredaran darah yang terdiri dari pembuluh darah punggung, pembuluh darah perut serta lima pasang Aorta. Aorta pada cacing tanah dianggap sebagai jantung. Cacing tanah dikenal sebagai cacing yang memiliki sistem peredaran daarah tertutup.

Sistem peredaran darah pada cacing ini dimana darah akan diedarkan melalui arteri dan aakan kembali lagi ke jantung dengan melewati Vena. Kelebihan dari peredaran darah tertutup tersebut dapat beroperasi dengan tekanan darah yang lebih tinggi. organisme dengan sistem tertutup dapat memetabolisme lebih cepat, yang memungkinkan mereka untuk bergerak, mencerna dan menghilangkan limbah jauh lebih cepat.

Cacing tanah juga dikenal sebagai cacing yang memiliki dua pembuluh darah utama dorsal dan ventral yang dapat membawa darah menuju kepala hingga ekor. Darah cacing juga berwarna merah karena darah paada cacing tanag mengandung Hemoglobin.

3. Sistem gerak

sistem gerak cacing

Tubuh cacing tanah memiliki sekmen serta organ yang sederhana dimana cacing tanah akan dapat terus beradaptasi terhadap lingkungan hidupnya. Walaupun cacing tanah tidak memiliki kaki dan tangan untuk bergerak, tetapi dengan otot tubuhnya yang memanjang dan melingkar dapat membuatnya bergerak. Tubuh cacing yang dapat memanjang dan memendek dikarenakan menebalnya Kontraksi otot longitudinal.

Jika cacing tanah dapat mengembang dan mengerut, itu dikarenakan kontraksi otot sirkuler. Kedua kontraksi tersebut dapat menimbulkan gaya gerak kedepan. Siapa bilang cacing dianggap sebagai Mahkluk lemah? Sebenarnya cacing dianggap sebagai Mahkluk yang kuat karena susunan ototnya yang melingkar dan memanjang yang menyebabkan cacing dapat menembus tanah. Lain dari itu, cacing tanah juga dapat mendorong batu yang jauh lebih besar dai ukuran tubuhnya.

Cacing tanah juga memiliki  yang namanya Seta. Fungsi dari Seta tersebut sebagai jangkar supaya lebih kokoh pada tempat bergeraknya. Jika cacing tanah yang ditarik keluar dari lubangnya dan tubuhnya akan terputus dan ini dikarenakan daya lekat seta. Cacing tanah juga memiliki alat bantu lain adalah lendir. Lendir atau yang disebut dengan Mucus selalu ada diseluruh tubuhnya dimana lendir tersebut akan membuat sang cacing tanah bergerak bebas apalagi pada tempat yang kasar.

4. Sistem ekskresi

ekskresi cacing

Cacing juga memiliki sistem ekskresi dimana ekskresi terdiri dari beberapa bagian seperti nefridia, nefrostom dan nefrotor. Nefridia dianggap sebagai organ ekskresi yang terdiri dari dua saluran yaitu Nefrostom dan Nefrotor.

Nefrostom adalah corong bersilia dalam tubuh. Sedangkan nefrotor adalah sebagai tempat keluarnya kotoran atau disebut pori permukaan tubuh.

Ternyata cacing cacing tanah memiliki alat ekskresi yang berbeda. Cacing tanah memiliki alat ekskresi khusus yang terdapat pada setiap segmen tubuhnya. Alat ekskresi ini dinamakan nefridium. Pada setiap segmen tubuh cacing tanah terdapat sepasang nefridium.

Hanya tiga segmen pertama dan segmen terakhir saja yang tidak terdapat alat ekskresi ini. Nefridium dilengkapi corong bersilia dan terbuka yang terletak pada sekat pemisah antar segmen tubuh. Alat ini disebut nefrostom. Nefrostom berfungsi sebagai penarik cairan tubuh dari satu segmen ke segmen lainnya. Sementara, sisa metabolisme akan dikeluarkan melalui sebuah lubang yang disebut nefridiopori.

Oleh itulah sebabnya mengapa cacing tanah lebih memilih untuk tinggal pada lingkungan yang lembab karena cacing tanah mendifusikan sisa amoniaknya pada tanah tetapi ureum diekskresikan lewat sistem ekskresi.

5. Sistem Pernapasan atau Respirasi

kulit-cacing-tanah

Taukah anda cacing barnafas dari mana? Layaknya untuk anda ketahui, cacing tanah bernafas dengan menggunakan kulitnya. Kutikula disebut sebagai selaput bening tipis yang menutup tubuh cacing. Dari selaput inilah oksigen dan CO2 masuk kedalam pembuluh darah.

Kulit cacing tanah yang memiliki kapiler darah dimana kapiler ini akan dilalui oksigen dan masuk kedalam kulit dan diedarkan oleh sistem peredaran darah. Sebaliknya, karbon dioksida yang terkandung dalam darah dilepaskan dan berdifusi keluar tubuh.

6. Sistem Reproduksi

reproduksi cacing

Dari segi seksualnya, cacing tanah tidak melakukan pembuahan sendiri melainkan secara silang. Kita bisa mengambil contoh dimana 2 cacing yang melakukan kawin silang dimana tubuhnya akan menempel pada ujung kepala secara berlawanan. Cacing jantan akan mengeluarkan sperma dan kemudian diterima oleh klitelium yang tidak lain cacing pasangannya.

Pada waktu yang sama, klitelium akan mengeluarkan Mukosa atau lapisan kulit dalam yang kemudian membentuk kokon. Sperma yang dikeluarkan akan bergerak menuju alat reproduksi betina dan meyimpannya di reseptakel seminal.

Sperma akan membuahi ovum yang dikeluarkan dari Ovarium. Selanjutnya, ovum yang dibuahi akan masuk kedalam kokon. Setelah itu, telur dan kokon akan keluar dan manjadi calon cacing yang baru.

Gays, selesai sudah apa yang dibahas disini mengenai cacing. Semoga pembahasan ini menjadi sumber yang sangat bermanfaat dan berguna bagi setiap pembacanya. Selamat membaca.