FAIL (the browser should render some flash content, not this).
FAIL (the browser should render some flash content, not this).
Home arrow Info Klinik
Info Klinik
Seminar stroke PDF Cetak

  SARASEHAN AWAM

 OSTEOPOROSIS DAN

NYERI PUNGGUNG BAWAH

 
 Sabtu, 16 November 2013

Pukul  09.00 Wib – 11.00 Wib

Petronella RS Bethesda Yogyakarta

 

Pembicara :

1.        dr. Dias Irawan Prasetya

 Mengenal Osteoporosis

3.        dr. Rizaldy Pinzon,MKes.SpS

 Nyeri Punggung bawah : Pencagahan & Pengobatan

 Biaya Pendaftaran : Rp 15.000

 Fasilitas : Seminar kit, Materi Seminar, Snack, Doorpize menarik

 Pendaftaran :   Counter Humas RS Bethesda (586688)Ext : (1703),(1704),(1101),(1100)

                           

                                                  

 

 
Hasil Uji Coba Pengukuran Faktor Risiko Stroke berdasar Rekomendasi WHO/ISH PDF Cetak

Hasil Uji Coba Pengukuran Faktor Risiko Stroke berdasar Rekomendasi WHO/ISH di Komunitas

Rizaldy Pinzon

SMF Saraf RS Bethesda Yogyakarta

www.strokebethesda.com

 

Abstract

Stroke is the leading cause of death and disability. Of all neurological diseases, stroke is the most preventable. Many of the established risk factors for stroke, including hypertension, high cholesterol, diabetes, heart disease and smoking can be prevented either through more healthy lifestyle choices or by medication. Greater understanding of perceived risk factors and warning signs for stroke would facilitate health interventions aimed at reducing morbidity and mortality from stroke. We performed cross sectional study among 272 adults who never had stroke before. Our study showed that hypertension, high cholesterol level, and central obesity are the most prominent risk factors. Our focused group discussion showed that this program is feasible.  The program to increase public awareness of stroke risk factors and warning signs should become priority in the near future.

 

Selengkapnya...
 
Kondisi Komorbiditas pada Pasien Usia Lanjut dengan Nyeri Neuromuskuler PDF Cetak

Kondisi Komorbiditas pada Pasien Usia Lanjut dengan Nyeri Neuromuskuler

Rizaldy Pinzon

                                         SMF Saraf RS Bethesda Yogyakarta               

Abstract

Background: Comorbidities in older adults lead to the use of multiple drugs, which is associated with an elevated occurrence of adverse drug reaction. Analgesic drug used in elderly may worsen the conditions that affect heart, kidney, brain, and GI tract. The aim of this study is to measure the prevalence of comorbidities conditions in elderly with neuromuscular pain.

Method: Cross sectional study with consecutive sampling method was used in this study. The subjects are elderly who came to neurological clinic with neuromuscular pain condition. Standardized pain assessment was used in all patients.

Result: The data were obtained from 48 elderly patients (age > 60 years old), consist of 26 male and 22 female. The most common neuromuscular problems are cervical pain, arm/ leg pain, and low back pain. Majority of the patients come with moderate pain intensity. Medical comorbidities are very common in elderly patients (75%). The most common medical comorbidities are active peptic ulcer and high blood pressure. The presence of medical comorbidities should take into account in pain management.

Conclusion: Majority of elderly pain patients suffered from other medical comorbidities. The coexisting condition should be considered in aspect of diagnosis and therapy.

Key words: pain-medical comorbidities-elderly
Selengkapnya...
 
Diagnosis Nyeri Neuropatik dalam Praktek Sehari-Hari PDF Cetak

Diagnosis Nyeri Neuropatik dalam Praktek Sehari-Hari

Rizaldy Pinzon

SMF Saraf RS Bethesda Yogyakarta

Abstract

Neuropathic pain condition is challenge to the health care. This common type of pain is often under diagnosed and undertreated, and it is associated with suffering, disability, impaired quality of life, and increase cost. Contrary to nociceptive pain, NSAID and opioid have a little benefit in neuropathic pain. Adjuvant analgesic (anti convulsant and anti depressant) is the cornerstone of neuropathic pain treatment. An adequate management should begin with a good clinical assessment and diagnosis. This review discus about the screening tools and diagnostic approach of patients suspected with neuropathic pain in our daily practice.

Key words: neuropathy-pain-assessment-screening tools
Selengkapnya...
 
Stroke dapat dicegah, Stroke dapat diobati PDF Cetak

Pengantar

            Stroke adalah penyebab kematian nomor tiga (setelah penyakit jantung dan kanker), dan penyebab kecacatan nomor satu di seluruh dunia. Laporan departemen kesehatan Republik Indonesia (2007) mencatat bahwa stroke merupakan penyebab kematian yang utama di RS. Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pelayanan stroke di berbagai belahan dunia masih sub-optimal. Keterlambatan pasien datang ke RS, tidak tersedianya fasilitas diagnosis dan terapi yang memadai, dan kurangnya kerjasama terpadu antara anggota tim pemberi pelayanan kesehatan merupakan masalah-masalah utama dalam pelayanan stroke.

            Pada setiap tahun, tanggal 29 Oktober diperingati sebagai “hari stroke sedunia”. Hari stroke sedunia digagas oleh World Stroke Organization, sebuah organisasi dunia yang beranggotakan para dokter, petugas medis, dan masyarakat yang peduli tentang pelayanan stroke. Hari stroke sedunia membawa pesan bahwa “stroke dapat dicegah dan stroke dapat diobati”. Tema hari stroke sedunia tahun ini adalah “apa yang dapat saya lakukan?”. Sebuah pertanyaan kritis bagi setiap orang yang peduli tentang stroke untuk menggugah hati dan tindakan nyata. Sebuah tantangan bagi setiap orang untuk dapat memberikan kontribusi kecil bagi semakin baiknya pelayanan stroke di dunia. 

Stroke dapat dicegah

            Stroke disebabkan oleh akumulasi faktor risiko stroke. Faktor risiko stroke ada yang tidak dapat diubah, dan ada pula yang dapat diubah. Faktor risiko stroke yang tidak dapat diubah adalah usia, jenis kelamin, ras, riwayat keluarga, dan riwayat stroke sebelumnya. Laki-laki lebih mudah terkena stroke dibanding perempuan. Usia tua lebih mudah pula terkena stroke dibanding usia muda. Ras kulit berwarna lebih mudah terkena stroke dibanding ras kulit putih. Seseorang dengan riwayat keluarga stroke memiliki risiko  yang lebih besar pula untuk terkena stroke. Berbagai faktor risiko stroke tersebut adalah faktor risiko yang tidak dapat diubah.

            Faktor risiko stroke ada pula yang dapat diubah. Faktor risiko stroke yang utama adalah hipertensi. Berbagai penelitian memperlihatkan bahwa 60%-70% pasien stroke menderita hipertensi pada saat masuk RS. Masalah yang umum dijumpai adalah ketidaktahuan dan ketidakpedulian sebagian besar anggota masyarakat tentang hipertensi. Hipertensi tidak memberikan gejala yang spesifik. Seorang penderita hipertensi akan datang berobat akibat komplikasi yang ditimbulkan oleh hipertensi. Hal itulah yang menyebabkan hipertensi disebut sebagai ”the silent killer”. Hipertensi akan membunuh penderita secara diam-diam dan perlahan, hampir tanpa gejala. Ketika disadari, komplikasi hipertensi sudah sedemikian parahnya (misalnya: penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal). 

            Faktor risiko stroke lain yang dapat diubah adalah diabetes, kadar kolesterol darah yang tinggi, kegemukan, merokok, gangguan tidur, dan kekentalan darah yang berlebih. Sama dengan hipertensi, maka seringkali faktor risiko stroke tersebut diabaikan dan kurang terkelola dengan baik.

            Pencegahan stroke diawali dengan mengenali faktor risiko stroke pada diri kita semua. Ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini kepada diri anda sendiri: ”tahukah saya tekanan darah saya pada bulan ini?”, ”tahukah saya kadar gula darah terakhir saya?”, ”pernahkah saya mengukur lingkar perut saya ?”, dan ”tahukah saya kadar kolesterol darah saya ?”. Bila ada 2 atau lebih jawaban ”tidak”, maka artinya anda kurang peduli. Kenalilah faktor risiko stroke yang dapat dikendalikan pada diri anda, pada kerabat/ keluraga anda, dan pada masyarakat di sekitar anda.

            Langkah berikutnya adalah mengendalikan fakor risiko stroke tersebut. Kendalikan tekanan darah yang tinggi dengan membatasi asupan garam, menghindari stress, mengkonsumsi banyak buah dan sayur, berhenti merokok, dan berolahraga secara teratur.  Pada banyak keadaan seringkali diperlukan intervensi obat-obatan untuk mendukung perubahan pola hidup yang telah diusahakan. Berbagai penelitian menunjukkan keberhasilan program intervensi faktor risiko untuk menurunkan angka kejadian stroke.  Angka kejadian stroke di berbagai negara menunjukkan penurunan akibat dari berhasilnya program pengurangan konsumsi garam, kampanye berhenti merokok, dan diet kaya buah dan syaur. 

Stroke dapat diobati

            Salah satu isu utama dalam penanganan stroke yang optimal adalah berpacu dengan waktu. Suatu istilah yang dikenal sebagai ”time is brain”. Tujuan utama penanganan stroke adalah menyelamatkan jaringan otak yang menderita kekurangan pasokan nutrisi dan oksigen. Batas waku penanganan stroke yang optimal adalah 4,5 jam. Semakin cepat mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat, maka akan semakin besar kemungkinan pemulihan.

Salah satu kendala yang utama dalam penatalaksanaan stroke adalah keterlambatan pasien datang berobat ke RS. Penyebab utama keterlambatan datang ke RS adalah kurang dikenalinya gejala stroke oleh masyarakat luas. Perhimpunan stroke di Amerika Serikat mengkampanyekan penggunaan alat ukur sederhana untuk deteksi dini stroke. Alat ukur ini dikenal dengan nama FAST (Face, Arm, Speech, and Tell Test). Di dalam bahasa Indonesia alat ukur ini dapat diterjemahkan sebagai “senyum, gerak, dan bicara”. Kampanye alat ukur ini terbukti memperbaiki waktu kedatangan pasien ke RS.  Alat ukur ini dipakai dengan meminta pasien untuk tersenyum, mengangkat lengan, dan bicara. Salah satu gangguan dari  fungsi senyum, gerak dan bicara harus dicurigai sebagai suatu gejala stroke sampai dengan terbukti bukan.                       

Apa yang dapat saya lakukan ?

            Tema hari stroke sedunia tahun ini adalah “apa yang dapat saya lakukan?”. Sebuah pertanyaan kritis yang menantang semua pihak yang peduli tehadap pelayanan  stroke. Masyarakat harus lebih peduli tetang faktor risiko stroke. Tanyakan pada diri anda dan orang-orang terdekat anda “apakah sudah tahu tekaanan darahnya minggu ini?” Bila belum ukurlah tekanan darah anda, dan bila tinggi lakukanlah segera intervensi untuk menurunkan tekanan darah tersebut.  Lakukan hal serupa untuk kadar gula darah dan kolesterol. Ingatkan diri anda dan orang-orang terdekat anda untuk berhenti merokok.

            Stroke adalah kedaruratan medik. Langkah diagnosis dan penanganan yang tepat akan memberikan hasil yang optimal. Segera kenali gejala stroke, dan segeralah bawa ke RS dengan fasilitas stroke yang memadai. Kampanye “senyum, gerak, dan bicara” dapat digunakan untuk mencurigai seseorang terkena stroke. Petugas medis yang terlibat dalam penatalaksanaan stroke harus melihat stroke sebagai kedaruratan medik. Penanganan stroke adalah berpacu dengan waktu. Pada kondisi demikian penanganan yang cepat dan tepat akan sangat diperlukan. Keberhasilan penanganan stroke akan tergantung dari kerjasama pasien, keluarga, dan petugas medis. Mari menyambut hari stroke sedunia, dengan sebuah harapan ”akan semakin baiknya pelayanan stroke di Indonesia”.

 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 5 dari 19