FAIL (the browser should render some flash content, not this).
FAIL (the browser should render some flash content, not this).
Home arrow Info Sehat arrow Apakah Saya Berisiko Stroke ?
Apakah Saya Berisiko Stroke ? PDF Cetak

Apakah Saya Berisiko Stroke ?

Uji Coba Kemampulaksanaan Program Prevensi Primer Stroke di Komunitas

Rizaldy Pinzon

SMF Saraf RS Bethesda Yogyakarta

www.strokebethesda.com

 

Abstract

Stroke is the leading cause of death and disability. Effective population based strategies for health promotion and disease prevention are seen as critical to countering widespread and growing epidemics of obesity, hypertension, diabetes, heart disease, and stroke. We perform cross sectional study to measure the prevalence of stroke risk factors in the community. Our study subjects are 84 adults that have not been suffered from stroke yet. Our study showed that majority of the subjects is in the medium risk of stroke. This pilot project seems promising for stroke prevention.

Key words: stroke-risk-assesment-prevention

 

Pendahuluan

            Stroke merupkan penyebab kematian dan kecacatan yang utama di seluruh dunia. Pencegahan stroke dimulai dengan kemampuan mengenali faktor risiko stroke yang dapat dikendalikan (misalnya: hipertensi, merokok, diabetes, dan dislipidemia).1,2 Permasalahan yang muncul adalah kurang dikenalinya berbagai faktor risiko tersebut, dan kurang terkendalinya berbagai faktor risiko tersebut diatas.3,4 Hipertensi dan dislipidemia seringkali tidak terdeteksi akibat dari tidak adanya gejala yang khas dari seorang penderita hipertensi dan dislipidemia.5,6

            Di berbagai belahan dunia, kampanye secara aktif untuk deteksi dini dan pengendalian faktor risiko stroke telah dilakukan.2-8 Program serupa di Indonesia masih sangat terbatas, dan kurang dipublikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampulaksanaan (feasibility) dari program “kampanye pencegahan stroke” yang dilakukan RS Bethesda di komunitas. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi proporsi anggota komunitas yang memiliki faktor risiko vaskuler.

 

Metode

            Disain penelitian ini adalah potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan secara konsekutif selama 2 kali pelaksanaan penyuluhan di komunitas oleh tim stroke RS Bethesda Yogyakarta. Data diperoleh dari laki-laki/ perempuan yang belum pernah menderita penyakit kardiovaskuler dan stroke dari anamnesis. Pencarian dan pencatatan faktor risiko vaskuler dilakukan secara sistematis.

            Tekanan darah diukur sesuai dengan rekomendasi JNC VII oleh perawat yang terlatih. Pengukuran dilakukan selama 2 kali. Hipertensi dinyatakan bila tekanan darah pada 2 kali pengukuran ≥ 140/ 90 mmHg atau pada pasien yang sudah meminum obat anti hipertensi. Pengambilan gula darah dan kadar kolesterol dilakukan sewaktu oleh petugas laboratorium terlatih  dengan cara yang terstandar. Kadar kolesterol darah tinggi dinyatakan bila nilai kolesterol ≥ 200 mg/dL. Gula darah tinggi bila nilai gula darah sewaktu ≥ 140 mg/ dL. Data mengenai merokok, usia, dan riwayat pengobatan ditanyakan dari kuesioner yang baku. Data mengenai obesitas sentral diperoleh dari pengukuran lingkar pinggang sesuai dengan kriteria IDF/ International Diabetes Federation yaitu ≥ 90 cm pda laki-laki dan ≥ 80 cm pada perempuan.

            Semua data yang diperoleh lalu diekstrapolasikan dalam bentuk tabel penghitungan risiko kejadian stroke dan penyakit kardiovaskuler yang dikembangkan oleh National Stroke Association (www.stroke.org)

            Petugas yang telah dilatih sebelumnya memberikan tips perubahan pola hidup, pengendalian faktor risiko vaskuler, dan perlunya tindakan follow up sesuai dengan rekomendasi yang ada. Seminggu setalah acara selesai, penulis melakukan diskusi kelompok terarah (Focused Group Discussion) dengan semua petugas yang terlibat untuk menilai kemampulaksanaan program tersebut di masa mendatang. Data yang diperoleh menjalani proses pembersihan dan analisis dengan paket program statistik standar. Data ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik.

 

Hasil

            Data lengkap diperoleh dari 84 subyek penelitian yang terdiri dari 52 (62% perempuan dan 32 (38%) laki-laki dengan rerata usia 57±12 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi adalah 22/84 (26%), prevalensi merokok 8/84 (9,5%), prevalensi hiperkolesterolemia 27/84 (32%), prevalensi hiperglikemia/ DM 6/84 (7%), dan prevalensi obesitas sentral adalah 35/84 (41%). Data tentang profil demografik, tekanan darah, kadar gula darah, merokok, dan kolesterol darah dimasukkan ke dalam sebuah tabel pengukuran risiko oleh masing-masing subyek penelitian dengan panduan petugas yang terlatih. Subyek penelitian diminta untuk memberi tanda silang pada kolom-kolom yang disediakan. Tabel dikumpulkan dan direkapitulasi oleh petugas yang terlatih.

 

Tabel 1. Perangkat pengukuran risiko stroke

Instruksi : berilah tanda silang pada kolom yang disediakan

Faktor risiko

Risiko tinggi

Risiko sedang

Risiko rendah

Tekanan darah

> 140/90 atau minum obat anti hipertensi

120-130/ 80-89

< 120/80

Nadi

Tidak teratur

Tidak tahu

 Teratur

Merokok

Ya

Pernah/ hampir berhenti

Tidak merokok

Kolesterol

> 240

 200-239

< 200

Diabates

Diabetes,  GDS > 200

 Tidak tahu atau GDS 140-200

Tidak diabetes

Olahraga

 Rutin

Tidak rutin

 Hampir tidak pernah

Obesitas

Obese (Lingkar pinggang > 90 cm pada laki-laki dan > 80 cm pada perempuan)

Berat badan berlebih

Tidak obese

Riwayat stroke pada keluarga

 Ya

Tidak tahu

Tidak

Total Skor

 

 

 

 

            Data yang diperoleh lalu direkapitulasi. Pasien dinyatakan memiliki risiko tinggi bila ada lebih dari 3 item di kolom risiko tinggi. Pasien dinyatakan berisiko sedang bila ada 4-6 item di kolom risiko sedang, dan dinyatakan berisiko rendah bila > 6 item dipilih pada kolom kelompok risiko rendah. Hasil rekapitulasi risiko stroke dapat dilihat pada grafik 1.

 

Gambar 1. Hasil rekapitulasi risiko stroke (n=84)

 

            Pada kelompok yang memiliki risiko sedang dan tinggi dilakukan tindakan penyuluhan dengan pembagian leaflet dan edukasi. Isi leaflet adalah tips SEHAT pencegahan stroke, yaitu : (1) Seimbang gizi, (2) Enyahkan Rokok, (3) Hindari stress, (4) Awasi tekanan darah, dan (5) Teratur berolahraga. Pada kelompok dengan risiko sedang diberikan intervensi yang sama. Kelompok risiko rendah tetap mendapat penyuluhan dan saran untuk mengulang pemeriksaan serupa 6 bulan mendatang.

 

Pembahasan

            Stroke merupakan penyakit neurologi yang dapat dicegah. Program pencegahan stroke dimulai dengan mengendalikan berbagai faktor risiko stroke. Pengendalian faktor risiko akan tergantung dari pemahaman individu terhadap faktor risiko yang dimilikinya. Sebagian faktor risiko stroke bersifat “silent” dan tidak menimbulkan gejala. Individu dengan hipertensi dan dislipidemia tidak memiliki gejala yang spesifik. Pasien akan datang berobat bila telah muncul komplikasi/ kerusakan target organ.4-6

            Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa intervensi di komunitas cukup efektif untuk mengurangi angka hospitalisasi akibat stroke  dan penyakit kardiovaskuler. Intervensi di komunits dimulai dengan pengukuran faktor risiko vaskuler dan dilanjutkan dengan kampanye berhenti merokok, mengurangi konsumsi garam, dan diet seimbang.7-8

Salah satu kelemahan penelitian ini adalah kurang tereksplorasinya beberapa faktor risiko penting untuk stroke (misalnya: atrial fibrilasi, left ventricular hypertrophy). Di masa mendatang kampanye tentang faktor risiko stroke harus terus diupayakan melalu media ceramah, publikasi koran, dan booklet kepada komunitas yang lebih luas.10,11

Permasalahan dalam mengintensifkan program ini secara berkesinambungan adalah pembiayaan. Program kampanye ini memerlukan biaya yang cukup banyak untuk kit pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol. Dukungan semua pihak sangat diharapkan.

 

Kesimpulan

            Penelitian potong lintang ini menunjukkan bahwa program pencegahan stroke di komunitas mampu dilaksanakan. Prevalensi kelompok yang memiliki risiko sedang-tinggi cukup signifikan. Intervensi meliputi edukasi untuk perubahan pola hidup.

 

Daftar Pustaka

1.      Hickey A, O Hanlon A, McGee H, et al, Stroke awareness in the general population: knowledge of stroke risk factors and warning signs in older adults, BMC Geriatr, 2009,5;9:35

2.      Yoon SS, Byles J. Perceptions of stroke in the general public and patients with stroke: a qualitative study. BMJ 2002;324:1065-1068

3.      Yoon SS, Heller RF, Levi C, Wiggers J, Fitzgerald PE. Knowledge of stroke risk factors, warning symptoms, and treatment among an Australian urban population. Stroke 2001;32:1926-1930

4.      Reeves MJ, Hogan JG, Rafferty AP. Knowledge of stroke risk factors and warning signs among Michigan adults. Neurology 2002;59:1547-1552

5.      Pandian JD, Jaison A, Deepak SS, et al. Public awareness of warning symptoms, risk factors, and treatment of stroke in northwest India. Stroke 2005;36:644-648

6.      Pancioli AM, Broderick J, Kothari R, et al. Public perception of stroke warning signs and knowledge of potential risk factors. JAMA 1998;279: 1288-1292

7.      Blades LL, Oser CS, Dietrich DW, et al. Rural community knowledge of stroke warning signs and risk factors. Prev Chronic Dis 2005;2:14.

8.      Reeves MJ, Hogan JG, Rafferty AP. Knowledge of stroke risk factors and warning signs among Michigan adults. Neurology 2002;59:1547-52.

9.      Müller-Nordhorn J, Nolte CH, Rossnagel K, et al. Knowledge about risk factors for stroke: a population-based survey with 28,090 participants. Stroke 2006:946-50.

10.  Stern EB, Berhman M, Thomas JJ, Klassen AC. Community education for stroke awareness. An efficacy study. Stroke 1999;30:720-3

11.  Silver F, Rubini F, Black D, Hodgson CS. Advertising strategies to increase public knowledge of the warning signs of stroke. Stroke 2003;34:1965-8.