|
Mengapa Pasien Stroke Datang Terlambat ke RS ? Rizaldy Pinzon SMF Saraf RS Bethesda Yogyakarta www.strokebethesda.com Abstract Stroke is a medical emergency. The approved management for patient with ischemic stroke is thrombolysis. The problem is the narrow therapeutic window for thrombolysis (< 4,5, hours). Previous studies showed that only small proportion of patients received thrombolysis. The main problem is the delay of patient arrival to the hospital. These cross sectional study aimed to describe the time from onset of stroke to the hospital, and explore the reason of the delay. The data were obtained from 375 patients with acute stroke from the Bethesda hospital stroke registry. The data consist of 75% patients with ischemic stroke and 25% patients with hemorrhagic stroke. The data showed that only 13% patients come to the hospital in 3 hours after onset. The biggest proportion of patients (46%) come to the hospital after > 24 hours after onset. The main reason of delay is inadequate knowledge of stroke signs and symptoms. There should be a systematic approach and effort for campaign to the community that stroke is a medical emergency. Key word: stroke-onset-delay-awareness
Pendahuluan Stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan yang utama di seluruh dunia. Stroke merupakan kedaruratan medik yang memerlukan penanganan yang tepat dan cepat.1,2 Salah satu terapi yang direkomendasikan untuk stroke adalah trombolisis. Permasalahan yang muncul adalah sempitnya jendela terapi untuk penggunaan trombolisis bagi pasien stroke. Trombolisis hanya boleh dilakukan dalam batas waktu < 4,5 jam onset serangan.1Beberapa penelitian di negara maju sekalipun memperlihatkan rendahnya proporsi pasien yang mendapat terapi trombolisis.2,3Penelitian di banyak tempat menunjukkan bahwa rendahnya proporsi pasien stroke yang mendapat terapi trombolisis adalah dikarenkan pasien datang terlambat ke RS. 4,5 Penelitian tentang keterlambatan kedatangan pasien ke RS sejak onset serangan stroke di Indonesia masih terbatas. Hal yang sama teramati pula untuk penelitian yang mengidentifikasi alasan keterlambatan pasien datang ke RS. Faktor demografik dan sosial budaya sangat memperngaruhi alasan keterlambatan seorang pasien stroke datang ke RS. Hal inilah yang mendasari pentingnya sebuah penelitian lokal yang sangat spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan waktu kedatangan pasien ke RS sejak onset serangan. Pembahasan lebih dalam dilakukan bagi proporsi pasien yang datang > 24 jam waktu serangan. Metode Metode penelitian ini adalah potong lintang. Pengambilan subyek penelitian dilakukan secara konsekutif. Data tentang demografi pasien, onset serangan sampai dengan datang ke RS, jenis patologi stroke, dan faktor risiko stroke diperoleh dari pencatatan register stroke. Data tentang alasan keterlambatan pasien datang ke RS dikumpulkan dalam wawancara dengan kuesioner pertanyaan tertutupoleh perawat yang telah dilatih sebelumnya. Data diolah dengan paket program statistic terstandar, dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Pembahasan kualitatif terhadap kemungkinan alternatif pemecahan masalah yang dapat dilakukan di tingkat RS. Hasil Data dikumpulkan dari register stroke RS Bethesda Yogyakarta (gambar 1) trimester 1 dan 2 tahun 2011. Pengumpulan data dilakukan secara konsekutif. Selama kurun waktu tersebut tercatat 375 pasien stroke. Jenis patologi stroke dapat dilihat di gambar 2.  Gambar 1. Register stroke RS Bethesda Yogyakarta  Gambar 2. Jenis patologi stroke Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi terbesar pasien datang ke RS > 24 jam pasca serangan stroke (46%), dan hanya 13% pasien yang datang ke RS < 3 jam pasca onset serangan. Alasan utama keterlambatan pasien datang ke RS adalah tidak tahu gejala stroke dan kurang dipahaminya stroke sebagai kedaruratan medik (membutuhkan pertolongan yang cepat dan tepat). Ketidaktahuan tentang gejala dini stroke dijumpai pada 74% kasus yang datang > 24 jam pasca serangan. Stroke tidak dianggap sebagai kedaruratan medik dijumpai pada 68% responden yang datang lebih dari 24 jam pasca onset.  Gambar 3. Selisih waktu datang ke RS dari onset serangan Pembahasan Penelitian memperlihatkan bahwa sebagain besar pasien datang terlambat ke RS. Alasan-alasan utama keterlambatan pasien ke RS adalah kurangnya pengetahuan tentang gejala/ tanda stroke, kurang dipahaminya stroke sebagai kedaruratan medik yang perlu penanganan segera, akses dan transportasi yang kurang memadai, pengambilan keputusan harus menunggu keluarga terdekat/ penanggung biaya, dan takut akan pembiayaan yang mahal. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kewaspadaan dan pengetahuan yang memadai tentang gejala stroke akan meningkatkan waktu kedatangan ke RS pasca serangan stroke.5,6,7 Peningkatan pengetahuan kerabat dan keluarga pasien tentang stroke juga meningkatkan waktu reaksi dan kedatangan pasien ke RS.7,8,9,10 Pelayanan unit ambulans yang dilengkapi oleh petugas yang dilatih secara khusus untuk mengenali gejala stroke juga meningkatkan waktu kedatangan ke RS dan proporsi pasien yang mendapat terapi trombolisis.11-16 Tabel 1. Alasan keterlamatan pasien datang ke RS dan alternatif pemecahan masalah | Alasan | Alternatif pemecahan masalah yang dapat dilakukan oleh RS | | Tidak mengenal gejala/ tanda stroke | Kampanye/ edukasi tentang gejala/ tanda stroke (melalui: ceramah. booklet/ leaflet, media massa) | | Tidak dikenalnya stroke sebagai kedaruratan medis | Kampanye/ edukasi bahwa stroke memerlukan penanganan yang cepat dan tepat untuk mencegah kecacatan dan kematian (melalui: ceramah, booklet) | | Akses yang kurang terhadap pelayanan kesehatan yang memadai | - Pelayanan unit mobil dengan perawat yang terlatih untuk mengenali gejala stroke, dan mampu memberi tatalaksana awal yang memadai - Edukasi untuk segera membawa ke RS dengan pelayanan stroke yang memadai | | Takut akan biaya yang mahal | Pengembangan clinical pathway sebagai upaya kendali mutu dan kendali biaya | Strategi untuk memperbaiki waktu kedatanganpasien stroke ke RS harus selalu diupayakan. Kampanye bagi masyarakat awam tentang gejala dan tanda dini stroke harus terus dilakukan. Masyarakat awam dan petugas medis harus selalu diingatkan bahwa stroke merupakan kedaruratan medik yang memerlukan penatalaksanaan yang cepat dan tepat. Petugas unit ambulans perlu mendaptkan pelatihan untuk mengenali gejala stroke dan memberikan tatalaksana awal yang tepat. Ketakutan akan hari perawatan yang lama dan pembiayaan yang tinggi dapat diatasi dengan memberlakukan dan menginformasikan tentang clinical pathwaysebagai kendali mutu dan kendali biayabagi pasien dan keluarganya. Kesimpulan Hasil penelitian meunjukkan bahwa sebagian besar pasien datang terlambat ke RS. Proporsi terbesar kelompok pasien datang ke RS > 24 jam pasca serangan stroke. Alasan utama keterlambatan pasien datang ke RS adalah ketidaktahuan akan gejala dan tanda stroke. Daftar Pustaka 1. Hacke W, Kaste M, Bluhmki E, et al. Thrombolysis with alteplase 3 to 4.5 hours after acute ischemic stroke. N Engl J Med. 2008;359:1317–1329. 2. Reeves MJ, Arora S, Broderick JP,. et al. Acute stroke care in the US: results from 4 pilot prototypes of the Paul Coverdell National Acute Stroke Registry. Stroke. 2005;36:1232–1240. 3. Yu KH BH, Kwon SU, Kang DW, ett,al. Analysis of 10,811 Cases with Acute Ischemic Stroke from Korean Stroke Registry: Hospital-Based Multicenter Prospective Registration Study. J Korean Neurol Assoc. 2006;24:535–543. 4. Harraf F, Sharma AK, Brown MM, Lees KR, Vass RI, Kalra L. A multicentre observational study of presentation and early assessment of acute stroke. BMJ. 2002;325:17. 5. Kwan J, Hand P, Sandercock P. A systematic review of barriers to delivery of thrombolysis for acute stroke. Age Ageing. 2004;33:116–121. 6. Mandelzweig L, Goldbourt U, Boyko V, Tanne D. Perceptual, social, and behavioral factors associated with delays in seeking medical care in patients with symptoms of acute stroke. Stroke. 2006;37:1248–1253. 7. Kim JS, Yoon SS. Perspectives of stroke in persons living in Seoul, South Korea. A survey of 1000 subjects. Stroke. 1997;28:1165–1169. 8. Derex L, Adeleine P, Nighoghossian N, Honnorat J, Trouillas P. Factors influencing early admission in a French stroke unit. Stroke. 2002;33:153–159. 9. Wester P, Radberg J, Lundgren B, Peltonen M. Factors associated with delayed admission to hospital and in-hospital delays in acute stroke and TIA: a prospective, multicenter study. Seek- Medical-Attention-in-Time Study Group. Stroke. 1999;30:40–48. 10. Williams LS, Bruno A, Rouch D, Marriott DJ. Stroke patients' knowledge of stroke. Influence on time to presentation. Stroke. 1997;28:912–915 11. Barr J, McKinley S, O'Brien E, Herkes G. Patient recognition of and response to symptoms of TIA or stroke. Neuroepidemiology. 2006;26:168–175 12. Shah M, Makinde KA, Thomas P. Cognitive and behavioral aspects affecting early referral of acute stroke patients to hospital. J Stroke Cerebrovasc Dis. 2007;16:71–76. 13. Chang KC, Tseng MC, Tan TY. Prehospital delay after acute stroke in Kaohsiung, Taiwan. Stroke. 2004;35:700–704. 14. Morris DL, Rosamond W, Madden K, Schultz C, Hamilton S. Prehospital and emergency department delays after acute stroke: the Genentech Stroke Presentation Survey. Stroke. 2000;31:2585–2590. 15. Memis S, Tugrul E, Evci ED, Ergin F. Multiple causes for delay in arrival at hospital in acute stroke patients in Aydin, Turkey. BMC Neurol. 2008;8:15. 16. Inatomi Y, Yonehara T, Hashimoto Y, Hirano T, Uchino M. Pre-hospital delay in the use of intravenous rt-PA for acute ischemic stroke in Japan. J Neurol Sci. 2008;270:127–132. |