Agama Di Indonesia, Ikuti Penjelasan Selengkapnya di Sini

Seperti dengan apa yang kita ketahui saat ini, Indonesia merupakan suatu negara yang dikatakan sangat kaya akan budaya, suku dan juga ras. Dari semuanya itu sangat berhubungan dengan Agama. Jika berbicara mengenai Agama, Indonesia diakui sebagai suatu negara yang juga kaya akan Agamanya.

Berdasarkan banyaknya Agama yang kita ketahui saat ini di Indonesia, pasti kita merasa bingung bagaimanakah Agama sebanyak itu bisa masuk ke Indonesia? Untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut, simak saja fakta dan sejarahnya yang ada di bawah ini. Sebelum kita mengungkapkannya satu per satu, cari tau dulu apa yang dimaksud dengan Agama tersebut.

Definisi Agama

Agama adalah seperangkat keyakinan, perasaan, dogma dan praktek-praktek yang menentukan hubungan antara manusia dan suci atau keilahian. Agama tertentu didefinisikan oleh unsur-unsur tertentu dari komunitas kaum beriman: dogma, kitab-kitab suci, upacara, ibadah, sakramen, moral dan organisasi. Sebagian besar agama telah mengembangkan mulai dari Wahyu berdasarkan sejarah teladan bangsa, seorang nabi atau orang bijak yang diajarkan ideal kehidupan.

Indonesia sudah dikenal sebagai negara dengan penuh keragaman. Indonesia adalah sebuah rumah berbagai suku bangsa, bahasa dan agama. Moto nasional Indonesia yang disebut “Kesatuan dalam keragaman” membantu Kepulauan untuk bersatu. Sementara itu, agama di Indonesia memiliki peran penting untuk mengembangkan perubahan positif negara. Itu dinyatakan dalam ideologi Nasional Indonesia. Kemudian, setiap aspek politik dan ekonomi, telah mempengaruhi beberapa agama di Indonesia.

Pada tahun 1945, konstitusi mengatakan bahwa setiap warga negara memastikan untuk memberikan kebebasan memilih dan berlatih agama mereka. Pada kenyataannya, sekitar 90% dari penduduk Indonesia mengidentifikasi diri sebagai Muslim. Meskipun memiliki enam agama yang diakui oleh pemerintah. Indonesia mendapat gelar populasi Muslim terbesar dunia. Agama yang dimaksudkan tersebut adalah Islam, Protestan, Katolik, Buddha, Hindu dan Konghucu.

Sejarah

Imigran yang datang ke Indonesia memiliki peran utama keberagaman agama dan budaya. Imigran yang terutama berasal dari India, China, Portugal, Arab dan Belanda. Namun, ia berubah secara teratur untuk  menyesuaikannya terhadap budaya yang ada di Indonesia.

Agama resmi pertama yang diadopsi di Indonesia adalah Konfusianisme, diikuti oleh Hinduisme dan Buddhisme. Konfusianisme diadaptasi dalam abad ke-3 dengan pengaruh yang tidak begitu banyak. Sementara itu, Hinduisme dan Buddhisme adalah sekitar ke-2 dan abad ke-4. Para pedagang mendirikan Hinduisme dan Buddhisme yang dipengaruhi oleh Kerajaan Kutai, Sriwijaya, Majapahit dan Sailendra.

Kemudian, pada abad ke-14, Islam masuk ke Indonesia melalui Gujarat, India. Islam menyebar di Sumatera Barat. Ke-2 agama Kristen masuk ke abad yang berbeda. Agama Katolik masuk pada abad ke-14, sementara agama Protestan masuk ke abad ke-16.

Katolikisme dibawa oleh seorang biarawan asal Italia yang bernama Fransiskan Odorico Mattiussi. Ia memimpin misi Katolik Roma untuk negara. Pada tahun 1603, Belanda datang ke Indonesia dan mengadakan Agama Protestan di sebagian besar pulau Sumatera.

Secara keseluruhan, pengembangan agama di Indonesia telah mengambil sepanjang waktu untuk diadopsi. Sedangkan penyebaran setiap agama di Kepulauan berhasil tumbuh dengan pesat. Oleh karena itu, Agama dapat dianut oleh Indonesia serta pertumbuhan penduduk di setiap wilayah sampai sekarang.

1. Hindu

Catatan sejarah mengatakan bahwa Hindu masuk ke Indonesia di sekitar abad ke-1. Hindu yang dibawa oleh Dwipayana dari India dan Buddha payien dari Cina. Masuknya Hindu ke Indonesia membuat dampak besar. Itu berakhir pada masa prasejarah dengan mengubah keyakinan agama. Agama Hindu adalah pengaruh untuk kebanyakan kerajaan di Indonesia. Benda arkeologis di abad ke-4 berisi informasi tentang keberadaan Hindu.

Ada beberapa teori tentang perkembangan Agama Hindu Dharma

*Teori Brahma, itu disampaikan oleh Van Leur. Hindu masuk di Indonesia melalui Dewa Brahma. Dewa Brahma melakukan perjalanan panjang untuk penyebaran agama.
*Teori ksatria, itu disampaikan oleh Nehru. Hindu masuk melalui Angkatan Darat India yang ingin mengambil alih Indonesia.
*Teori Waisya, itu disampaikan oleh Krom. Pedagang yang masuk ke Indonesia dan menyebarkan agama Hindu Dharma.

  • Kerajaan Kutai

Kerajaan pertama yang mengadopsi Hindu di Indonesia adalah Kerajaan Kutai. Itu terletak di Muara Kaman, di sekitar tepi sungai Mahakam di Kalimantan Tengah, Pulau Kalimantan. Itu didirikan oleh Kudungga pada abad ke-4. Bukti warisan yang ditemukan Kerajaan Kutai yang disebut Yupa. Yupa adalah sebuah pilar batu untuk mengikat hewan dan dipersembahkan kepada Dewa Brahma. Yupa yang ditulis oleh kata-kata Pallawa dalam Sansekerta.

Berdasarkan Yupa, raja pertama kerajaan Hindu adalah Aswawarman. Itu dibuktikan oleh pendiri kebesaran Dinasty. Aswawarman memiliki tiga anak, salah satunya bernama Mulawarman. Pada masa Mulawarman, Kerajaan Kutai berhasil berkembang menjadi kerajaan besar.

Mulawarman memerintah Kerajaan Kutai dengan bijak. Selama kekuasaannya,  juga dibangun sebuah batu yang tertulis The Brahmas. Itu untuk menunjukkan syukur kepada Raja Mulawarman. Raja telah memberikan hadiah kepada mereka minyak yang kental dan hewan ternak serta sebanyak 20.000 ekor.

Ada beberapa peninggalan Kerajaan Kutai yang perakitan Hindu

Yupa, peninggalan tertua yang membuktikan tentang kerajaan Hindu di Kalimantan.
Penyu emas, ini adalah warisan Hindu yang unik dan kini disimpan di museum Mulawarman. Bentuk adalah setengah ukuran kepalan tangan. Itu digunakan oleh seorang pangeran dari kerajaan di Cina untuk putri Kutai, Aji Bidara Putih. Pangeran memberikan penyu emas sebagai bukti ketulusannya yang ingin menikahi putri.
Tahta Sultan, salah satu warisan yang masih disimpan di museum Mulawarman.

  • Kerajaan Tarumanegara

Hindu masuk di Jawa sejak abad ke-5. Itu diadopsi sebagai agama oleh Kerajaan Tarumanegara. Warisan yang ditemukan pada kerajaan Tarumanegara adalah perunggu di Cebaya. Ini merupakan atribut yang digunakan oleh Dewa Siwa. Kemudian, raja membangun sebuah alat yang bisa digunakan untuk mencegah banjir. Proses menguras dengan menggunakan bantuan 1000 ekor sapi.

Penemuan prasasti yang ditemukan sebagai bukti keberadaan Hindu

Prasasti Ciareuteun, ditemukan di Bogor, Jawa Barat. Ada kaki raja. Raja dianggap sebagai wujud dewa Wisnu.
Prasasti jambu, ditemukan di barat daya Bogor. Bukti adalah huruf “Tarumayam” (Tarumanegara).
Prasasti Lebak, ditemukan di Pandeglang, kota Banten. Dikatakan bahwa raja adalah raja besar.
Prasasti Kebon Kopi, ditemukan di Bogor dengan kendaraan gajah tapak Tuhan yang dipakai Vhisnu bernama “Airawata”.
Prasasti Tugu, ditemukan di Jakarta Utara. Ini menggambarkan sebuah saluran cerita.
Prasasti pasir Awi, ditemukan di Bogor. Lukisan jejak kaki dan beberapa kata-kata dengan bentuk curl.

Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan Hindu tertua di Jawa. Gunawarman diajarkan tentang teori-teori Hindu pada waktu itu.

  • Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri adalah sebuah kerajaan dengan nuansa Hindu-Buddha. Kerajaan ini berdiri sejak abad ke-10 dan bagian dari Kerajaan Mataram kuno. Pusat kerajaan terletak di Sungai Brantas. Kerajaan Kediri merupakan sebuah kerajaan agraria dengan raja pertama mereka yang bernama Samarawijaya.

Raja Jayabaya adalah raja yang termahsyur dengan prediksi. Prediksi yang tercatat dalam buku berjudul sastra Jayabaya. Kerajaan Kediri yang memiliki banyak warisan Hindu seperti Candi, prasasti dan sastra.

Ada beberapa warisan kuil-kuil kerajaan Kediri

Candi Penataran, terletak di lereng Gunung Kelud, Jawa Timur. Dibangun pada zaman raja Srengga sampai Wirakramawardhan pada abad 12 dan abad ke-14.
Tondowongso kuil, kuil ditemukan di Jawa Timur. Menurut bentuk patung-patung diketahui dibangun pada abad ke-9. Bersama dengan gerakan politik ke Jawa Timur.

Beberapa warisan prasasti seperti:

  • Prasasti Kamulan, ditemukan di Kamulan, Jawa Timur. Dibangun pada masa Raja Kertajaya sekitar abad ke-11. Ini menggambarkan tentang kota Trenggalek.
  • Prasasti Galunggung, ditemukan di Tulung Agung, Jawa Timur. Ini berisi surat dalam bahasa Jawa dengan total 20 baris. Huruf yang terukir masih sulit untuk di baca.
  • Prasasti Talan, ditemukan di Blitar, Jawa Timur. Prasasti yang dibuat pada abad ke-11. Ini berisi patung Garudhamukalanca, bentuk patung yang seperti tubuh manusia dengan kepala burung Garuda.

Beberapa warisan sastra, seperti:

  • Sastra Krisnayana, ditulis oleh leluhur Triguna. Ini menceritakan kisah dari Krisna. Krisna memiliki kekuatan yang luar biasa yang sangat suka menolong orang lain. Kresna dicintai oleh kebanyakan orang dan kemudian menikah dengan dewi Rukmin.
  • Sastra Sumarasantaka, ditulis oleh leluhur Monaguna. Ini menceritakan tentang kutukan, malaikat surga yang tinggal di bumi sampai kutukan berakhir.
  • Sastra Gatotkacasraya, disusunnya Panuluh leluhur. Ini menceritakan kisah heroik Gatotkaca yang berhasil menyatukan putra Arjuna. Yaitu Abimayu dengan Siti Sundhari.
  • Kerajaan Singosari

Kerajaan ini didirikan oleh Ken Arok. Sebelumnya dikenal sebagai Akuwu Tumapel dan Brahma membantu Kediri untuk mengalahkan raja Kertajaya, yang dianggap sebagai pangeran kediri terakhir. Itu sekitar abad ke-12 dan terletak di Malang, Jawa Timur. Ada beberapa warisan keberadaan Hindu seperti Candi, patung dan prasasti.

Keberadaan candi songo

Candi Singosari, warisan pertama Kerajaan Singosari. Ini digunakan untuk makam raja Singosari.
Candi kidal, terletak di Jawa Timur dan dibangun pada pertengahan abad ke-13.
Candi Jawi, terletak di Pasuruan, Jawa Timur. Hal ini dapat menemukan tepat di kaki Gunung Welirang. Itu sebagai tempat penyimpanan abu untuk kerajaan Raja Singosari terbaru, Raja Kertanegara.
Candi Jago, candi yang terbuat dari Batu Andesit. Ini juga menyerupai punden teras yang dikenal memiliki keunikan.

  • Kerajaan Mataram

Kerajaan Mataram Kuno ini dikatakan sebagai kerajaan terbesar di Jawa. Itu terletak di Jawa Tengah sejak abad ke-8, tetapi pindah ke Jawa Timur pada abad ke-10. Kerajaan Mataram Kuno sering disebut oleh bumi Mataram. Raja pertama bernama Raja Sanjaya. Ini runtuh dalam abad ke-11 dengan banyak peninggalan sejarah. Kebanyakan dari mereka adalah candi dan prasasti dengan adanya Hindu-Buddha di atasnya.

Ada warisan kuil-kuil oleh Kerajaan Mataram Kuno

Candi Borobudur, warisan kerajaan Candi Mataram Kuno terbesar. Itu juga sudah terkenal sebagai candi Buddha terbesar di dunia.
Candi Sewu, terletak di sekitar areal Candi Prambanan. Sewu merupakan terbesar kedua setelah Candi Borobudur.
Bima Bait, terletak di Jawa Tengah. Arsitektur ini mirip dengan Candi India.
Candi Puntadewa, terletak di areal Candi Arjuna. Ini memiliki ukuran kecil tetapi tampak tinggi dan berpola Hindu.

  • Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit adalah yang terbesar dan kerajaan terakhir di Nusantara. Itu meninggalkan banyak warisan dan Sumpah Palapa adalah satu-satunya yang membentuk Bhinneka Tunggal Ika (budaya dalam keragaman). Itu didirikan sekitar tahun 1293 dan runtuh di abad ke-15. Ada beberapa warisan candi Hindu oleh Kerajaan Majapahit.

Wringin Lawang Bait, yang dibuat oleh bata merah berukuran 15,5 meter di abad ke-14. Bait yang diharapkan menjadi pintu masuk dalam Kerajaan Majapahit.
Bajang Ratu Candi, terletak di Jawa Timur dan didirikan pada abad ke-14. Gerbang digunakan sebagai pintu masuk bangunan suci dan memperingati kematian Raja Jayanegara.
Candi masyarakat, terletak di situs arkeologi Trowulan. Masyarakat Candi digunakan untuk tempat pemakaman raja-raja Majapahit.

2. Buddhisme

Buddhisme adalah agama yang kedua di Indonesia. Dikatakan bahwa ajaran Buddha datang di sekitar abad ke-4 dengan Hindu. Menurut para ahli, Buddhisme dibawa oleh Fa Shien, perjalanan dari Cina. Fa Hien tiba di Jawa pada tahun 414. Setelah ia mengunjungi India selama enam tahun, ia membuka kehidupan keagamaan di Jawa.

Selama 5 bulan, ia tinggal di Jawa dan mengatakan bahwa agama Buddha yang banyak memiliki iman yang berbeda dengan India. Namun, biarawan Gunawarman, putra raja Kashmir (India) membantu untuk menyebarkan agama Buddha di Jawa.

Sementara itu, di Sumatera, Agama Buddha sangat sangat minim. Kemudian, kedatangan I-Tsing sekitar tahun 671 m membawa cahaya atau keberuntungan. Dia datang ke kerajaan Sribhoja yang dekat dengan Palembang, Sumatera Selatan. Dia mengatakan bahwa raja umat Buddha dan kerajaan adalah pusat terpenting. Jadi ini adalah indikasi bahwa Buddha sudah masuk ke Indonesia.

Pada abad ke-8, ajaran Buddha menyebar di sekolah Dharmadutas dengan aliran Sarvastivada. Itu berasal dari India Utara. Kedatangan Dharmadutas Indonesia mendorong orang untuk pergi ke India. Kemudian, mengunjungi tempat-tempat suci dan pusat-pusat pendidikan agama Buddha. Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan Buddha pertama dan pusat agama Buddha.

Agama Buddha di Indonesia memiliki sastra sendiri. Literatur adalah “penerimaan dari empat kebenaran mulia”. Empat Kebenaran Mulia adalah literatur yang pertama diperkenalkan oleh Sang Buddha. Setiap Buddha selalu mengajarkan empat kebenaran mulia, walaupun dengan bahasa yang berbeda di setiap negara.

Empat Kebenaran Mulia adalah:

  • Kebenaran tentang ‘penderitaan mereka’ (dukkha)
  • Kebenaran yang mulia tentang penyebab penderitaan
  • Kebenaran Mulia dari penghentian penderitaan
  • Kebenaran yang mulia tentang jalan menuju penghentian penderitaan

*Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalingga ini populer sebagai Holing kerajaan. Ini adalah salah satu kerajaan Buddha di Jawa. Terletak di Jawa Tengah. Nama Kalingga diadopsi dari nama kerajaan di India Selatan. Kerajaan Kalingga dipimpin oleh seorang Ratu bernama Sima. Itu pada tahun 674 Masehi.

Ratu Sima adalah seseorang yang jujur, bijaksana, tegas dan juga mematuhi peraturan kerajaan. Jadi, orang mematuhi semua peraturan Ratu Sima untuk tidak membedakan orang. Ada beberapa peninggalan Kerajaan Kalingga seperti prasasti dan kuil-kuil.

Ada beberapa peninggalan Kerajaan Kalingga

Prasasti Tukmas, terletak di daerah Magelang, Jawa Tengah. Ini berisi huruf Pallawa dengan bahasa Sansekerta. Ada juga gambar dari bunga teratai. Sementara itu, prasasti mengatakan aliran sungai jelas seperti sungai Gangga di India.
Candi angin, terletak di Kota Jepara. Ini memiliki usia yang lebih tua dari Candi Borobudur.
Kuil Bubrah, salah satu kuil Buddha yang terletak antara Rara Jonggrang dan Candi Sewu di Jawa Tengah.

*Kerajaan sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan Buddha terbesar di Indonesia. Itu dikendalikan oleh Selat Malaka di era mereka. Ini didirikan pada abad ke-7. Nama Sriwijaya juga memiliki sejarah. Sri berarti bercahaya sementara Wijaya berarti kemenangan. Sehingga Sriwijaya berarti kemenangan gemilang.

Menurut catatan historal I-Tsing, Sriwijaya memiliki peran penting sebagai Sains dan agama Buddha di Asia Tenggara. Sriwijaya menjadi pusat pertemuan antara para cendekiawan Buddha dari Cina ke India. Para ulama datang dari berbagai negara berkumpul untuk membahas Sastra agama Buddha.

Kemudian, Sriwijaya meningkatkan sastra Mahayana. Pengembangan agama Buddha secara meluas dilaporkan oleh I-Tsing. Ia tinggal di Kerajaan Sriwijaya selama 10 tahun. Ia belajar dan mengajar Sastra Agama Buddha dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Cina.

Ada beberapa prasasti yang mewakili keberadaan agama Buddha di Kerajaan Sriwijaya

Prasasti Kota Kapur, berisi permintaan untuk para dewa demi keselamatan orang-orang dan juga Kerajaan Sriwijaya
Prasasti Ligor, terletak di sebelah selatan Thailand. Patung-patung memiliki tulisan pada kedua sisi. Sisi pertama adalah tentang keberanian Kerajaan Sriwijaya. Raja raja di dunia. Sementara sisi lain adalah tentang penghargaan yang disebut “Visnu Sesawarimadawimathana” untuk Sri Maharaja.
Prasasti bukit kedukan, berisi cerita tentang delegasi dari Sriwijaya yang bernama Dapunta Hyang yang melakukan perjalanan panjang dengan perahu yang disebut “Sidhayarta”. Bersama dengan 2000 pasukan dan ia juga menaklukkan wilayah-wilayah lainnya.
Prasasti Talang Tuwo, ditemukan di Palembang, Sumatera Selatan. Ini berisi doa-doa Agama Buddha yang digunakan oleh Sriwijaya adalah Buddha Mahayana

3. Islam

Islam datang ke Indonesia ketika berbagai agama sudah tersebar di Indonesia. Kedatangan Islam di setiap daerah dimana waktunya tidak sama dengan yang lainnya. Kemudian, hal itu naik beberapa teori dan pendapat tentang ketika dipengaruhi Islam di Indonesia. Kedua hal ini tidak didasarkan pada bukti-bukti, tetapi juga catatan sejarah.

Teori-teori meliputi 3 kali

Islam Masuk sejak abad ke-7,  beberapa sejarawan mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia sejak abad ke-7. Pendapat ini berdasarkan berita yang berasal dari pedagang Arab. Para pedagang Arab datang berdasarkan hubungan dagang antara Arab dan Indonesia pada zaman kerajaan Sriwijaya.

Wilayah pertama yang memeluk Islam adalah Samudera Pasai di Sumatera Utara. Samudera Pasai adalah pintu gerbang ke bagian lain di Indonesia. Dari Samudera Pasai, Islam mulai masuk ke Malaka kemudian ke Jawa. Masuknya islam ke Jawa dijelaskan dalam Berita Cina selama Dinasti Tang.

Islam Masuk sejak abad ke-11, beberapa sejarawan mengatakan bahwa Islam masuk sejak abad ke-11 berdasarkan penemuan 1 batu nisan. Batu Nisan adalah milik Fatimah bin Maimun di kota Gresik, Jawa Timur.

Islam Masuk sejak abad ke-13, di samping beberapa pendapat, sejarawan lainnya percaya bahwa Islam disebarkan di abad ke-13. Bukti yang ditemukan adalah Dinasti Abasiah Baghdad pada tahun 1285, berita tentang Marcopolo (1292), kemudian batu Nisan Sultan Malik Al Saleh di Samudera Pasai pada tahun 1297, akhirnya berita dari Ibnu Batutah pada tahun 1345.

  • Teori mekkah

Dikatakan bahwa Islam langsung datang dari Mekah pada abad Hijriyah di sekitar abad ke-7. Ini didasarkan pada pendapat dari Hj. Abdul Karim Amrullah atau dikenal sebagai Hamka. Dikatakan bahwa Islam menyebar di Indonesia bukan karena faktor-faktor ekonomi. HAMKA benar-benar percaya bahwa orang-orang Islam di Indonesia memeluk Islam berkat orang Arab, tidak hanya melalui perdagangan saja.

  • Teori Gujarat

Gujarat berpendapat bahwa Islam datang ke Indonesia sejak abad ke-13. Itu berdasarkan sarjana Belanda yang bernama Pinapel, mahasiswa Universitas Laiden. Namun, penyebaran Islam di Indonesia untuk pertama kalinya bukan orang Arab, tetapi para pedagang dari Gujarat yang mualim kepada Islam pertama. Selain itu, orang-orang Gujarat yang pertama kali membuka perdagangan hubungan dengan Indonesia dari pedagang Arab.

  • Teori Persia

Teori ini berpendapat bahwa Islam datang dari Persia (Iran). Ini datang dari seorang sejarawan yang bernama Dre Djajadiningrat. Dia lebih berfokus pada analisis tentang perbandingan kedua budaya antara Indonesia dan Persia.

  • Teori Cina

Munculnya Islam untuk pertama kalinya berasal dari imigran Cina. Melalui perdagangan, Cina telah berhubungan langsung dengan Indonesia sebelum Islam dikenal di Indonesia. Di beberapa sumber mengatakan bahwa raja pertama di Demak merupakan kerajaan Cina.

Perkembangan Islam di Indonesia

Penyebaran Islam yang dibawa oleh pedagang Arab pada abad ke-7 hanya terdapat beberapa orang yang memeluk Islam sebagai Agama mereka. Mendistribusikan Islam membutuhkan proses yang panjang dari abad ke-7 sampai abad ke-13. Selama waktu itu, pedagang dari Gujarat, India dan Persia mempengaruhi Islam di seluruh tempat-tempat yang mereka kunjungi. Terutama di daerah trade Center. Sementara itu, pedagang Indonesia sudah memeluk Islam juga menyebarkan Islam di bagian lain dari Indonesia.

Sebagai hasil, Islam menjadi tersebar luas di antara masyarakat, terutama di daerah pantai. Pada akhir abad ke-12, Sriwijaya mulai merosot. Selain itu, pedagang Muslim yang aktif berkontribusi dalam melakukan peran politik. Kemudian, pada abad ke-13, sekitar tahun 1285, ia mendirikan Kerajaan Islam pertama yang bernama Samudera Pasai. Sementara itu, Malaka sebagai pusat perdagangan penting juga pengembangan pusat Islam berubah menjadi sebuah kerajaan baru yang disebut Kesultanan Malaka.

Di Jawa, Demak berdiri sebagai Kerajaan Islam pertama sekitar 1500 m. Perkembangan Kerajaan Demak sebagai Kerajaan Islam yang diikuti oleh Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon. Di Jawa dan daerah lainnya, juga menyebar dan mendirikan kerajaan Islam pada Kesultanan Gowa, Kesultanan Ternate dan Kesultanan Banjar.

Proses Islam datang ke Indonesia dan penyebaran seluruh wilayah membutuhkan waktu yang lama. Ada beberapa cara bagaimana Islam masuk di Indonesia.

Perdagangan, perkembangan Islam dilakukan oleh pedagang Muslim yang menetap di kota-kota pelabuhan untuk mendirikan kota menjadi kota muslim.
Pernikahan, penyebaran Islam juga oleh seseorang yang sudah memeluk Islam menikah dengan seseorang yang tidak menganut Agama Islam. Akhirnya, pasangannya akan memeluk Islam.
Sastra, cendekiawan Muslim menyebarkan Islam dengan memberikan beberapa informasi tentang agama Islam. Di Jawa, penyebaran Islam tidak dapat dipisahkan dari peran Wali Songo. Kata “Wali” adalah istilah untuk orang-orang yang mencapai pengetahuan dan penghargaan yang tinggi dalam Islam. Mereka juga memiliki kekuatan magis karena beberapa adalah tasawuf. Ada beberapa Wali yang menyebarkan Islam di Jawa.

  • Sunan Kalijaga
  • Sunan Ampel
  • Sunan Giri
  • Sunan Bonang
  • Sunan Drajat
  • Sunan Muria
  • Sunan Gunung Jati
  • Sunan Kudus
  • Maulana Malik Ibrahim

Pendidikan, proses ini dilakukan dengan mendirikan sekolah asrama untuk mempelajari dan memperdalam Islam daripada sebelumnya.
Budaya dan tradisi, menggunakan seni dan budaya seperti wayang kulit yang dibuat oleh Sunan Kalijaga, Upacara Sekaten dan seni sastra lainnya.
Sufisme, tasawuf adalah literatur Agama yang telah dicampur dengan hal-hal mistik dan ajaib. Oleh karena itu, tasawuf biasanya mahir menggunakan magis dan mistik untuk penyembuhan. Seiring dengan perkembangan tasawuf, para ulama yang juga mengajar Islam dengan menyesuaikan pola pikir masyarakat yang berorientasi dalam Hinduisme dan Buddhisme.

Warisan perkembangan Islam di Indonesia

Karena budaya dan agama Islam datang ke Indonesia, dimana ada proses “Islamisasi” masyarakat di seluruh Nusantara. Bersama dengan proses itu, sosial budaya mulai berubah menuju informasi budaya Islam. Seperti yang kita sudah tahu di atas bahwa budaya Indonesia masih penuh dengan pola Hindu-Buddha. Namun, ketika Islam mulai masuk, proses integrasi budaya Hindu-Buddha dengan kebudayaan Islam menjadi tidak dapat dihindari.

Proses integrasi dengan tiga elemen itu terjadi disebabkan tidak adanya ketegangan antara mereka. Dalam proses integrasi, beberapa peninggalan sejarah dapat dilihat sebagai bukti sampai sekarang.

  • Masjid

Masjid adalah salah satu catatan sejarah dalam perkembangan Islam di Indonesia. Seperti diketahui bahwa masjid adalah tempat bagi seorang Muslim untuk berdoa, sehingga mudah untuk menemukan arsitektur Islam.

Yang terkait dengan budaya kuat fahaman Hinduisme dan Buddhisme di awal penyebaran Islam di Indonesia, seni arsitektur masjid ini juga dipengaruhi oleh akulturasi budaya lokal saat itu. Keunikan dapat ditemukan pada pengaturan atap dan tangga berbentuk Limas.

  • Kaligrafi

Selain masjid, seni kaligrafi adalah salah satu catatan sejarah dalam keberadaan Islam. Kaligrafi adalah seni menulis Arab dengan gaya yang indah dan komposisi. Jenis tulisan Arab ini umumnya diambil dari versi Qur’an.

  • Istana keraton

Palace atau istana adalah rumah bagi raja dan keluarganya sejak zaman pengaruh budaya Hindu dan Buddha. Arsitektur Keraton dipengaruhi oleh Islam sejak Islam masuk ke Indonesia. Kebanyakan keraton dapat ditemukan  di pulau Jawa.

  • Sastra Islam

Sastra ditulis dengan Mistisisme, kisah, kronik dan puisi di atasnya.

  • Asrama

Sekolah asrama adalah sebuah lembaga pendidikan yang melahirkan banyak sarjana. Asrama sekolah dianggap sebagai salah satu catatan sejarah yang dianggap telah berpartisipasi sebagai simbol Islam.

Alasan bahwa Islam mudah diterima di Indonesia

Proses pengembangan Islam mudah diterima memiliki banyak alasan. Hal ini didukung oleh faktor berikut, seperti:

  • Untuk menjadi Muslim, seseorang hanya dapat berkata “Kalimat Syahadat”.
  • Doa mudah untuk diikuti dan ingat.
  • Islam tidak mengenali sebuah divisi dari kasta.
  • Aturan Islam fleksibel.
  • Penyebaran Islam dilakukan secara damai tanpa kekerasan.
  • Mudah diadaptasi dalam masyarakat.

4. Katolik

Katolik merupakan sebuah agama yang digunakan dalam Kekristenan berdasarkan Vatikan, Roma. Kemudian dikenal sebagai “Kristen Katolik”. Itu karena catatan sejarah mengatakan bahwa Katolik sangat erat kaitannya dengan sebuah daerah yang bernama Nazerat dimana yang dikuasai oleh Yesus Kristus. Katolik berarti agama universal untuk semua manusia. Oleh karena itu, Jemaat harus memberitakannya ke seluruh dunia.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa kekristenan datang ke Indonesia bersama dengan kedatangan negara-negara Barat pada abad ke-16. Kemudian orang mulai memeluk Kekristenan di Maluku, oleh Romawi dari gereja yang berasal dari Portugis.

Perkembangan Kekristianan juga datang melalui pengiriman dan aktivitas perdagangan. Katolik masuk ke Indonesia bersama dengan kedatangan Portugis. diikuti oleh Spanyol yang menginginkan untuk perdagangan bumbu dan rempah-rempah.

Banyak Portugis ingin menyebarkan Catholitism di Indonesia. Itu dimulai di Maluku sekitar tahun 1534. Kemudian antara tahun 1546 sampai 1547, pelopor misionaris Kristen bernama Francis Xavier mengunjungi pulau-pulau dan melakukan membaptiskan untuk beberapa ribu penduduk.

Pada Abad ke-16, Portugis dan Spanyol mulai memperluas pengaruh Kristen di Manado dan Minahasa, Sulawesi Utara. Salah satu misi tersebar Katolik, tetapi itu tidak berlangsung sejak VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), perusahaan India Timur Belanda, berhasil mengusir Spanyol dan Portugis di Sulawesi Utara.

Sejarah

Pengembangan Katolik selama abad 16 dan 17

Maluku, kota yang menjadi target utama oleh orang-orang Portugis. Maluku adalah pusat perdagangan rempah-rempah. Pada tahun 1512, mereka tiba di kota Hitu untuk membeli cengkeh dan pala. Mereka mengunjungi desa dekat pantai Hatiwi dan Tawiri. Kemudian, mereka menyebarkan Agama Katolik oleh pendeta yang bernama Fransiscus Xaverius. Dia mengabdikan hidupnya untuk pengembangan agama Katolik.

Minahasa, salah satu kota di Sulawesi Utara. Penyebaran Katolik mulai sejak Portugis mengunjungi daerah pada abad ke-16. Itu untuk faktor-faktor ekonomi dan politik. Pada tahun 1585, ada kunjungan dari pendeta di Manado. Kemudian, Spanyol mengambil alih Sulawesi Utara dan Maluku. Kekuasaan mereka juga dipengaruhi penyebaran agama Katolik sampai VOC yang diambil alih dan melarang semua kegiatan agama Katolik di Sulawesi Utara.

Pengembangan Katolik selama abad 18 hingga 20

Setelah di pertengahan abad ke-18, Perang dimenangkan oleh VOC kemudian penyebaran Katolik dilarang. Berganti menjadi perkembangan Agama Protestan. Sementara itu, perkembangan Katolik menjadi stagnan karena ada tidak ada perlindungan politik dari Portugis.

Selama abad ke-18, Agama Katolik tidak begitu banyak memiliki peningkatan dalam pengembangan. Pengaruh antara kekuatan Portugis yang sudah menurun dan perang powee oleh masyarakat setempat di Sulawesi.

Kemudian di abad ke-19, pembangunan antara Katolik dan Protestan mulai meningkat di Hindia Belanda. Itu karena pengaruh dari perkembangan di Eropa untuk menaklukkan dunia yang masih berkembang. Itu juga Protestan yang dibangun oleh sebuah organisasi yang baru.

Selanjutnya, pulau Sumatera menjadi target berikutnya untuk penyebaran agama Katolik. Pelopor Katolik datang setelah Protestan dalam dekade ke-3 dari abad ke-19. Sementara itu, di Kalimantan, penyebaran Katolik dimulai pada akhir abad ke-19. Pulau yang mengembangkan Agama Katolik adalah Papua barat.

5. Protestanisme

Pengembangan Kristen Protestan di Indonesia mulai selama masa kolonial Belanda (VOC), sekitar abad ke-16. VOC yang mengutuk Agama Katolik berhasil meningkatkan jumlah pengikut Protestan di Indonesia. Pertumbuhan Agama Protestan sangat pesat pada abad ke-20. Itu ditandai dengan kedatangan misionaris dari Eropa ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti Pulau Papua Barat dan di Pulau Sunda.

Pada tahun 1965, orang-orang yang belum memeluk Agama apapun dianggap sebagai Ateisme. Oleh karena itu, mereka tidak mendapatkan hak-hak mereka sebagai warga negara. Sebagai hasil, Gereja Protestan mengalami pertumbuhan penganutnya dengan cepat dan kebanyakan dari mereka merasa tidak nyaman atas cita-cita politik partai-partai Islam.

Penyebaran Protestan menjadi sangat pesat di era Arnoldi Rafflesia. Agama Kristen berkembang pesat di Indonesia Timur. Agama Katolik juga tumbuh di Minahasa setelah Portugis berhenti dilokasi abad ke-16.

6. Konfusianisme

Konfusianisme juga dikenal sebagai Kong Hu Cu yang Agung dan filsuf dari Cina. Dia sangat khawatir dengan moralitas pribadi dan pemerintah. Itu menjadi sangat populer karena prinsip kuat tradisional Cina. Bagi mereka yang memeluk Konfusianisme, ia dikenali sebagai nabi.

Kong Hu Cu adalah para pengembang yang pertama untuk intergrate antara pikiran dan keyakinan dalam aspek-aspek mendasar dari Cina. Filsafat yang berhubungan dengan moralitas manusia dan konsepsi pemerintah untuk melayani rakyat. Itu diserap sangat baik dan budaya dalam orang-orang Cina selama lebih dari 2000 tahun. Selain itu, hal itu juga berpengaruh setengah dari penduduk di dunia.

Literatur tentang Konfusianisme

Kong Hu Cu sering dianggap sebagai salah satu Agama yang ditemukan. Dia adalah filsuf yang berurusan dengan masalah-masalah politik moralitas dan moralitas pribadi serta perilaku.

Pemujaan leluhur adalah yang utama dari dasar keyakinan Cina bahkan sebelum kelahiran Kong Hu Cu. Ini membuktikan bahwa Cina adalah penekanan pada kesetiaan kepada kerabat dan menghormati orang tua. Ada literatur dalam Konfusianisme:

  • Manusia yang dilahirkan ke dunia untuk membawa keluar dari pekerjaan yang lebih baik untuk setiap generasi manusia. Ini digunakan untuk membuat hidup lebih baik dan nyaman di masa depan. Oleh karena itu, generasi tua harus mengajar orang-orang muda tentang iman, keterampilan dan keberanian dari kehidupan.
  • Manusia harus menmgembangkan dirinya sendiri untuk meningkatkan semua potensi dan keterampilan yang diberikan oleh Tuhan. Jadi bahwa manusia dapat berguna untuk orang lain.
  • Konfusianisme harus bersedia memberikan yang terbaik bagi warganya.
  • Manifestasi dasar iman manusia berbakti kepada orang tua. Keluarga adalah dimana hidup dimulai. Oleh karena itu, setiap manusia harus mempersiapkan untuk memiliki keluarga sejahtera dan bahagia.

Pengembangan agama Khonghucu

Penyebaran Konfusianisme dimulai dengan kedatangan orang-orang Cina di Indonesia. Mereka mengajar anak-anak mereka untuk melakukan doa setiap hari. Jika banyak orang sudah merangkul Konfusianisme, mereka akan membangun sebuah kuil untuk berdoa bersama. Candi-candi di Indonesia umumnya didirikan oleh orang-orang Konfusianisme.

Selama akhir abad 19 dan awal abad 20, ada sebuah ide untuk mendirikan dan menetapkan institusi Konfusianisme. Jenis sekolah formal di seluruh dunia termasuk Hindia Belanda. Sekolah pertama Konfusianisme adalah sekolah Tionghoa Hwee Koan.

Upaya itu tidak benar-benar berhasil. Sekolah ini awalnya mengajar tentang Confuniacism yang kemudian berubah menjadi sekolah umum. Sementara itu, sekolah Hwee Koan berhasil menarik anak-anak Tionghoa lainnya di Hindia Belanda untuk belajar bahasa Cina dan budaya.

Oleh karena itu, pemerintah Belanda khawatir tentang dampak negatif dari pemerintah mereka. Kemudian, Belanda menyerukan sekolah Belanda untuk orang-orang Cina. Namun, Belanda tidak pernah berpikir mengenai pendidikan Indonesia. Maka pembentukan sekolah Cina di Belanda dipaksa berdasarkan pertumbuhan orang-orang Cina di Indonesia.

Pertumbuhan sekolah Konfusianisme di Indonesia menjadi stagnan. Kemudian, itu memaksa para pemimpin Konfusianisme dengan membangun sekolah Konfusianisme lain di beberapa kota. Pada tahun 1923, Institut pertama yang didirikan di Jogjakarta disebut “Khong Kauw Cong Hwee”. Namun, sekolah ini tidak membawa perbaikan signifikan bagi Konfusianisme. Itu karena pengaruh perang dunia I dan II.

Pro dan kontra dari Khonghucu

Kelebihan dari Khonghucu bahwa memiliki motif mereka sendiri termasuk pengikut (ummat Islam) dan dana. Lebih banyak pengikut, lebih banyak dana yang dapat dikumpulkan. Ini didasarkan pada kenyataan dalam hidup. Sementara itu, kontra menolak semua pernyataan. Mereka membuang fakta tentang literatur tentang Konfusianisme.

Kontra mengatakan bahwa perkembangan tentang ajaran dalam monoteisme. Dikatakan bahwa Agama adalah wahyu Allah yang dinyatakan oleh nabi melalui orang Kudus. Pada kenyataannya, nabi adalah utusan Allah. Karena Kong Hu Cu hanya manusia, bukan nabi yang tercatat dalam Monoteisme, jadi Konfusianisme tidak bisa mengklaim sebagai agama.

Argumen ini pada dasarnya adalah konflik antara ajaran Monoteisme kepada politeisme. Kemudian perdebatan tanpa akhir tidak dapat dihindari pada waktu itu. Pada kenyataannya, ada nabi dalam Monoteisme namun tidak diakui oleh agama-agama lain. Selain itu, ada agama yang tidak dianggap sebagai agama yang tepat. Oposisi untuk pengakuan berdasarkan argumen di atas. Namun, banyak orang tidak ingin berteriak tentang argumen ini.

Dasar hukum pengakuan Konfusianisme di Indonesia

Hak asasi manusia adalah hak mendasar yang sudah melekat pada manusia sejak lahir. Tidak ada yang dapat mencabut atau melanggar hak asasi manusia atau HAM. Salah satu hak-hak umum untuk orang-orang yang memilih Agama. Setiap orang bebas untuk memeluk agama mereka menurut keyakinannya. Yang sudah dijamin dalam Konstitusi Indonesia dalam Pasal 28 E ayat 1. Ini menjelaskan bahwa “setiap orang merangkul dan beribadah menurut Agamanya”.

Indonesia sebagai negara pluralistik yang terdiri dari berbagai macam budaya, menghormati perbedaan. Perbedaan ini harus tidak dianggap sebagai pemicu konflik. Itu harus dilihat sebagai aset kekayaan budaya.

Setiap daerah di Indonesia memiliki budaya masing-masing. Serta kepercayaan di Indonesia. Bahkan di jaman dahulu, dikenal sebagai agama yang ditandai oleh Animisme dan dinamisme dalam masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, perlindungan terhadap agama menjadi penting di Indonesia.

Selama lebih dari 20 tahun, Konfusius tinggal ketidakpastian. Akhirnya, selama era reformasi, K.H. Abdurrahman Wahid, Presiden Indonesia ke-3 mengeluarkan Keputusan Presiden No.6 tahun 2000. Itu keprihatinan tentang pencabutan keputusan Presiden No.14 tahun 1967 tentang agama, kepercayaan dan adat istiadat Cina. Oleh karena itu, dengan deklarasi keputusan ini, Konfusius dapat bebas untuk melakukan segala sesuatu untuk mengembangkan Agama mereka di Indonesia.

Gays, setelah apa yang kami jelaskan disini mengenai Agama yang ada di Indonesia dapat dijadikan sebagai sumber bacaan yang sangat bermanfaat serta berguna bagi banyak pembacanya. Demikian ini kami sampaikan kepada anda sekalian dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan tambahan kepada para pembacanya. Semoga artikel ini dimana isinya dapat dimengerti serta dipahami. Selamat membaca.