Bahasa Indonesia, Yuk Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini

Sahabat, kita semuanya sudah tau bahwa Indonesia merupakan suatu negara yang sangat kaya akan Agama, budaya dan masih banyak lagi. Tapi ada satu hal yang tak terlupakan dari Indonesia adalah Bahasanya. Jika berbicara mengenai bahasa Indonesia, sudah pasti sangat panjang untuk menjelaskannya. Walau sepanjang apapun itu, semangat kami untuk memberitahukannya kepada anda tidak akan pudar. Seperti lagu Rossa aja PUDAR haha.. 

Bagi anda yang penasaran, disini kami akan membongkar semuanya mengenai Bahasa Indonesia hanya untk anda. Yuk, langsung saja kita simak seperti yang ada di bawah ini.

Berikut penjelasan lengkap dari Bahasa Indonesia

indonesia

Indonesia merupakan negara keempat dengan populasi terbesar di dunia. Jadi bahwa Indonesia memiliki jumlah bahasa tertinggi. Indonesia mengacu pada bahasa resmi Indonesia. Umumnya dikenal sebagai Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah anggota bahasa Melayu-Polinesia dari keluarga bahasa Austronesia Malaysia dan Filipina.

Difinisi bahasa

Bahasa adalah suatu kata atau kalimat yang dipakai bagi setiap Manusia dari satu dengan yang lainnya. Ini juga bisa dikatakan sebagai bentuk Komunikasi antar sesama Manusia. Pada kenyataannya, setiap daerah memiliki kepercayaan bahasa yang berbeda.

Bahasa Indonesia adalah standar dialek Melayu. Ini telah digunakan sebagai lingua franca di Nusantara selama berabad-abad. Yang mendapat status sebagai bahasa resmi dengan Deklarasi Kemerdekaan Indonesia dari Belanda pada tahun 1945. Bahasa merupakan sebuah bahasa artifisial yang dibuat resmi pada tahun 1928. Pada tahun 1930-an, Bahasa Indonesia sebagai bagian dari gerakan kemerdekaan Indonesia dan istilah Bahasa Indonesia diadopsi sebagai nama bahasa.

Bahasa resmi Indonesia juga dituturkan di Australia, terutama di Kepulauan Cocos dan Pulau Natal, Brunei, Timor, Kaledonia Baru, Arab Saudi, Singapura, Thailand Selatan dan Suriname.

indo

Bahasa Indonesia merupakan bahasa perundang-undangan Nasional Indonesia yang mana diucapkan oleh 23 juta orang. Sementara itu, kebanyakan dari Indonesia dwibahasa. Oleh karena itu, Indonesia adalah bahasa kedua untuk 140 juta penduduk. Lebih dari 700 bahasa yang diucapkan di Indonesia. Bahasa Indonesia secara harfiah berarti bahasa Indonesia dan sering disingkat oleh penutur bahasa Inggris sebagai Bahasa. Meskipun kata ini hanya berarti bahasa, dapat dipahami bahwa ia merujuk kepada bahasa Indonesia secara khusus.

Inggris merupakan bahasa versi dasar Melayu yang juga merupakan Bahasa ke-6  paling banyak digunakan di dunia (setelah Mandarin, Inggris, Hindi, Spanyol dan bahasa Arab).

Sejarah

*Penemuan bahasa

Bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa di Asia Tenggara sejak abad ke-7. Bukti-bukti yang membuktikan hal itu adalah dengan penemuan prasasti di Palembang, Sumatera sekitar 683 Masehi. Bahasa pertama ditemukan adalah Malay atau Jawi pribumi. Warisan sejarah menunjukkan penyebaran bahasa ini hampir semua tempat.

Ini tidak dipisahkan dari campur tangan Kerajaan Sriwijaya, yang adalah penguasa jalur perdagangan di kawasan Nusantara. Melayu muncul dengan kerajaan yang didirikan di Jambi tepatnya di Batang Hari, bernama kerajaan Melayu.

Dialek Melayu terus berkembang dan menjadi lebih banyak tempat untuk menggunakan dialek ini. Dalam perkembangannya, penggunaan kata “Melayu” sendiri akhirnya menjadi jauh lebih luas daripada wilayah Kerajaan Melayu. Ini mencakup hanya sebagian kecil dari pulau Sumatera. Membentuk abad ke-9 sampai abad ke-14, Melayu adalah bahasa Sumatera Kerajaan Sriwijaya. Sebagai hasilnya, bahasa Melayu menjadi bahasa asli orang yang hidup di Selat Malaka dari Semenanjung Melayu.

Selama berabad-abad berikutnya, Selat Malaka menjadi jalur laut yang sibuk. Sebagian besar wisatawan dan pedagang melewati dan bertemu dengan bahasa Melayu. Seluruh kepulauan Indonesia menggunakan bahasa Melayu untuk berkomunikasi satu sama lain. Kemudian, Melayu digunakan secara luas di seluruh Indonesia. Orang Kristen dan Muslim membantu penyebaran bahasa seperti yang mereka gunakan dalam penyebaran iman mereka.

Kapan Islam masuk ke Indonesia, penyebaran sepanjang rute perdagangan melalui pesisir kota perdagangan yang mana bahasa Melayu digunakan. Melayu menjadi terkait dengan Islam dan memainkan peran penting dalam kebangkitan Islam di Nusantara. Bahasa Melayu juga bahasa yang paling banyak digunakan dalam penyebaran agama Kristen, terutama sebagian besar Kristen di wilayah timur Indonesia. Dengan kata lain, Islam dan Kristen membantu menyebarkan bahasa Melayu dan Melayu membantu penyebaran Islam dan Kristen.

indo1

Bahasa Melayu tersebar ke seluruh Indonesia setelah penyebaran Islam di Nusantara. Kehadiran bahasa Melayu dengan mudah diterima oleh masyarakat. Lingua franca, menyebar di antara Kepulauan, Antar etnis, pedagang, Antar bangsa dan antar kerajaan. Saat itu juga dikembangkan secara harfiah oleh penulis yang disebut sebagai “Hikayat”. Tiga Hikayat adalah Hikayat Muhammad Ali Hanafi, Hikayat Amir Hamzah dan Hikayat Iskandar Zulkarnain. Ada fungsi berbeda dari Melayu di masa itu, seperti:

  • Budaya bahasa yaitu bahasa buku berisi aturan hidup dan sastra.
  • Bahasa perdagangan untuk suku-suku di Indonesia serta vendor yang berasal dari luar Indonesia.
  • Bahasa resmi Kerajaan.
  • Antarmuka bahasa antara suku-suku di Indonesia.
  • Melayu digunakan di Riau-Sumatera di pemerintahan, kantor dan sekolah.
  • Dialek Melayu muncul perbedaan di area tertentu, seperti Ambon, Jakarta dan Medan.

Pada tahun 1511, Portugis menaklukkan Kerajaan Malaka. Semua Kesusastraan Melayu yang hancur oleh serangan besar-besaran yang dilakukan Portugis. Pada tahun 1824, London menandatangani perjanjian. Kesepakatan membuat Malaysia, Singapura dan Indonesia terpisah. Sejak itu, kegiatan bahasa terbagi menjadi dua, yaitu pertama, Melayu Singapura dan Malaysia dikembangkan sesuai dengan kondisi di bawah kekuasaan Inggris.

*Perubahan bahasa

Bahasa Melayu tertinggi digunakan antara keluarga kerajaan di sekitar Sumatera, Malaya dan Jawa. Dari abad ke-17, kepulauan Indonesia lama kelamaan dibawah naungan oleh Bekanda.  Mereka berusaha untuk penggunaan bahasa mereka sendiri untuk perdagangan.

Belanda serta negara-negara asing lainnya sangat tertarik dengan rempah-rempah yang ada di Indonesia. Mereka tidak puas menerima rempah-rempah dari pedagang Gujarat. Pada tahun 1596, para pedagang Belanda datang ke daerah di bawah nama VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie). Tujuan utama mereka adalah untuk perdagangan, tapi sejak 1799, apa yang tumbuh diambil alih oleh pemerintah Belanda. Ini bertujuan tidak hanya untuk perdagangan, tetapi juga untuk keperluan pendidikan dan sosial.

indo4

Sejarah bahasa Indonesia di mulai pada awal abad ke-20, ada perpecahan dalam struktur menulis pada standar Melayu. Pada tahun 1901, Indonesia yang masih menjadi Hindia Belanda dan mengadopsi ejaan Van Ophuijsen. Sementara itu, Melayu yang sekarang menjadi bagian dari Malaysia mengadopsi ejaan Wilkinson setelah 3 tahun dari ejaan Van Ophuijsen. Masalah pertama untuk Belanda adalah bahasa. Tidak ada pilihan lain selain menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar, karena pada waktu itu bahasa Melayu telah banyak digunakan di seluruh Nusantara.

Pada tahun 1901, bahasa Melayu dikembangkan dengan kondisi di bawah Ch. A. Van Ophuysen, pemerintahan kolonial Belanda. Dia bertanggung jawab atas dikompilasi ejaan resmi Melayu. Namun, sekelompok orang Belanda berusaha keras untuk menolak perkembangan bahasa Melayu. Mereka mencoba untuk membuat bahasa Belanda sebagai bahasa nasional di Indonesia. Kemudian, pemerintah Belanda menetapkan bahasa Melayu sebagai bahasa di sekolah-sekolah.

Selain itu, pemerintah Belanda mendirikan suatu tempat untuk membaca pada tahun 1908, kemudian dikonversikan menjadi Balai Pustaka pada tahun 1917. Deklarasi ini membuat dampak besar. Sebagai hasil dari program Balai Pustaka diluncurkan oleh pemerintah Belanda, perkembangan pesat terjadi menjadi 700 perpustakaan telah terbangun pada tahun 1912.

Pada Juni tahun 1918, ratu Belanda melakukan ketentuan yang memberikan kebebasan kepada anggota Dewan Rakyat (Volkstrad) untuk penggunaan bahasa Melayu. Ketentuan ini adalah reaksi kepada Kerajaan Belanda.

Itu ide yang disebarkan oleh anggota Dewan yang didorong oleh keinginan untuk memperjuangkan pengakuan terhadap Indonesia sebagai bahasa nasional. Setelah itu, para pemuda Indonesia yang tergabung dalam berbagai organisasi, sarjana Indonesia yang berjuang untuk menyatukan orang-orang.

indo5

Mereka menyadari bahwa hanya dengan satu kesatuan seluruh rakyat, rakyat Indonesia dapat menghilangkan kekuatan pendudukan Belanda dan mereka menyadari juga hanya dengan bahasa Melayu mereka dapat berkomunikasi dengan orang-orang.

Partai politik juga memainkan peran besar. Karena sebagian besar partai politik menggunakan bahasa Melayu dalam pertemuan dan dalam tulisan-tulisan. Partai politik yang ada pada waktu itu sebagai Budi Utomo (1922), Partai Hindia (1912), negara-negara Islam (1913). Ada juga pemuda masyarakat seperti Jong Java, Jong Sumatera, Jong Ambon.

Bersama dengan pemuda lain, upaya mereka untuk menyatukan orang-orang akhirnya berpuncak pada Kongres Pemuda di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda yang dikenal dengan nama “Sumpah Pemuda” (Sumpah Pemuda). Janji ini diikuti oleh muda-mudi seperti:

Kami, putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami, putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami, putra dan putri Indonesia menjunjung Bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Oleh karena itu, setiap 28 Oktober merupakan hari yang sangat penting, Indonesia sebagai bahasa nasional.

*Pengumuman resmi bahasa Indonesia

Bahasa Indonesian diresmikan setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Tepatnya setelah berlakunya undang-undang dasar. Pada waktu itu, undang-undang dasar 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar Republik Indonesia. Yang menyatakan bahwa bahasa nasional adalah bahasa Indonesia (Bab XV, Bagian 36).

Presiden pertama Indonesia atau Bung Karno mengesahkan bahasanya sendiri, Jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas saat itu), tapi ia memutuskan untuk memilih bahasa Melayu yang digunakan di Riau. Dialek Melayu Riau dipilih sebagai bahasa Nasional Republik Indonesia pada pertimbangan:

indo6

  • Jika bahasa Jawa digunakan, suku atau keluarga lain di Indonesia akan dijajah oleh Jawa yang mayoritas (kelas) tertinggi di Republik Indonesia.
  • Bahasa Jawa jauh lebih sulit untuk belajar dibandingkan dengan bahasa Melayu. Ada tingkat bahasa. Halus dan biasa digunakan untuk orang yang berbeda dalam hal usia, derajat atau peringkat. Ketika orang tidak mengerti budaya Jawa, itu bisa memiliki kesan negatif yang lebih besar.
  • Melayu Riau yang dipilih sebagai:
    Pertama, Melayu berasal dari Riau, Sultan Malaka terakhir berlari ke Riau setelah Malaka diambil alih oleh Portugis.
    Kedua, sebagai lingua franca, bahasa Melayu dipengaruhi oleh bahasa lain.
  • Bahasa Melayu tidak hanya dibatasi di Republik Indonesia. Pada tahun 1945, Malaysia, Brunei dan Singapura menggunakan bahasa Melayu. Pada saat itu, menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional, diharapkan dalam negara-negara regional seperti Malaysia, Brunei dan Singapura untuk meningkatkan semangat patriotik dan nasionalis negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Dan ada alasan lain mengapa bahasa Melayu sebagai bahasa Nasional:

  • Bahasa Melayu merupakan bahasa antarmuka dan bahasa perdagangan.
  • Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah untuk dipelajari karena bahasa Melayu tidak tahu tingkat bahasa (bahasa kasar dan halus).
  • Jawa, Sunda dan kelompok etnis lain bersedia menerima bahasa Melayu kedalam salah satu bagian dari Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
  • Bahasa Melayu memiliki kemampuan untuk digunakan sebagai bahasa budaya.

Dalam perkembangan bahasa modern, Indonesia menghadapi banyak kesulitan, seperti:

  • Kurangnya kata-kata dan istilah-istilah yang berhubungan dengan ilmu teknik, budaya, ekonomi dan lain sebagainya.
  • Masuknya bahasa lokal dan bahasa asing.
  • Kurangnya hasil penelitian sebagai dasar Melayu Indonesia.
  • Kurangnya buku-buku ilmu pengetahuan modern yang ditulis dalam bahasa Indonesia.

Meskipun semua kesulitan, bahasa Indonesia berkembang terus-menerus. Kemudian pada tahun 1950, bahasa Nasional Indonesia secara resmi diterbitkan. Tepat setelah kemerdekaan Indonesia ini diakui oleh Belanda dan dunia. Bersama dengan pelatihan bahasa, ahli bahasa mengadakan Kongres ke-2 Indonesia di Medan pada tahun 1938, yang ke-3 di Jakarta pada tahun 1978, ke-4 di Jakarta pada tahun 1983, ke-5 di Jakarta pada tahun 1988, ke-6 di Jakarta pada tahun 1993, ke-7 pada tahun 1998 dan ke-8 di Jakarta tahun 2003.

indo7

Indonesia memiliki sejumlah dialek berdasarkan geografi dan pada status sosial

Variasi Regional, Dialek ini berbeda terutama pada pengucapan dan untuk tingkat yang lebih rendah dalam kosa kata.

  • Dialek Utara, disebut sebagai Melayu, dituturkan di Malaysia, Singapura dan Brunei.
  • Dialek Selatan diucapkan di Indonesia. Itu terbagi menjadi varietas Barat dan Timur yang pada gilirannya memiliki sejumlah dialek regional.
  • Dialek Barat diucapkan seluruh Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa dan sebagian besar dari Sulawesi.
  • Varian Timur yang diucapkan di utara Sulawesi, Kepulauan Maluku, Flores, Timor dan di Papua Barat.

Register sosial, Indonesia ditandai dengan perbedaan yang signifikan antara formal dan informal.

  • Daftar resmi digunakan dalam pidato publik, menulis dan dalam pengaturan pendidikan formal. Hal ini ditandai oleh sejumlah besar dari bahasa Sanskerta, bahasa Arab dan bahasa asing lainnya.
  • Informal digunakan dalam percakapan sehari-hari. Hal ini ditandai oleh sejumlah besar pinjaman dari bahasa lokal.
  • Standar Indonesia didasarkan pada berbagai bahasa resmi yang dibicarakan di Jakarta, ibu kota Indonesia.

Posisi bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia memiliki posisi yang sangat penting setelah Sumpah Pemuda diumumkan. Bagian 36 UUD Indonesia telah membagi tentang posisi bahasa Indonesia. seperti:

Sebagai bahasa nasional, posisinya berada di atas bahasa daerah. Hasil Seminar politik bahasa Nasional diadakan di Jakarta pada 25 hingga 28 Februari 1975 menegaskan bahwa dengan kapasitasnya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia bekerja sebagai berikut:

  • Kebanggaan nasional. Bahasa mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan. Kebanggaan bangsa Indonesia dan nilai-nilai budaya. Berdasarkan pegangan ini, Indonesia perlu dipelihara dan dikembangkan.
  • Identitas nasional. Bahasa dapat mencerminkan identitas seseorang, alam, perilaku dan karakter sebagai bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia harus berhati-hati dan bebas dari unsur-unsur bahasa lain terutama bahasa asing.
  • Menyatukan berbagai kelompok etnis, itu dapat menyatukan berbagai kelompok etnis dengan latar belakang sosial budaya. Indonesia memungkinkan berbagai kelompok etnis dengan mencapai keselarasan hidup sebagai bangsa bersatu dan tidak perlu meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan pada nilai-nilai budaya dan bahasa daerah atau latar belakang yang bersangkutan. Bahkan dengan bahasa nasional, dapat menempatkan kepentingan nasional jauh di atas kepentingan daerah atau kelompok.
  • Antarmuka, antar budaya dan antar daerah,  orang-orang di seluruh Indonesia dapat dihubungkan. Jadi kemudian, semua kesalahpahaman yang kadang-kadang muncul perbedaan latar belakang sosial budaya dan bahasa dapat dihindari.

indo8

Bahasa resmi Republik Indonesia, sebagai hasil dari Seminar tentang politik dan bahasa nasional yang diadakan sekitar pada 25 sampai 28 Februari pada tahun 1975 yang menyatakan bahwa Indonesia digunakan untuk:

  • Bahasa resmi negara. Bahasa sebagai bahasa resmi negara digunakan dalam teks proklamasi kemerdekaan Indonesia RI 1945. Dari saat itu, bahasa Indonesia digunakan dalam semua upacara, acara dan kegiatan negara baik lisan dan tertulis.
  • Bahasa resmi untuk Pendidikan. Bahasa digunakan sebagai bahasa pengantar di institusi pendidikan, baik formal maupun non formal. Materi pelajaran dalam bentuk media cetak harus bertuliskan Bahasa Indonesia untuk memfasilitasi pengajaran dan pembelajaran. Ini dapat dilakukan menerjemahkan buku dalam bahasa asing. Jika hal ini dilakukan, hal ini membantu meningkatkan perkembangan Bahasa sebagai ilmu pengetahuan bahasa  dan teknologi.
  • Bahasa resmi pembangunan nasional. Bahasa yang digunakan untuk relasi pemerintah dan penyebaran informasi kepada publik. Itu harus diadakan dalam administrasi sistem komunikasi keseragaman media massa. Tujuannya adalah untuk perbaikan. Sehingga pesan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh masyarakat.
  • Budaya, ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi. Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk mencapai penggunaan yang lebih luas. Penyebaran Sains dan teknologi baik melalui buku, majalah ilmiah dan media cetak lainnya harus menggunakan bahasa Indonesia. Implementasi ini mempunyai hubungan timbal balik dengan fungsinya sebagai ilmu bahasa yang diprakarsai oleh lembaga pendidikan khususnya di pendidikan tinggi.

Struktur bahasa Indonesia

*Sejarah EYD (ejaan Enchanced)

Ejaan adalah aturan atau bagaimana menulis kata-kata yang menggunakan huruf dalam bahasa. Dalam sejarah Bahasa, ada beberapa jenis ejaan, seperti:

1. Ejaan van Ophuijsen, ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. Charles Van Ophuijsen dibantu Moehammad dan Nawawi Ibrahim Taib Soetan Ma’moer menyusun ejaan baru pada tahun 1896. Ejaan van Ophuijsen tata bahasa resmi diakui pemerintah kolonial Nethertlands pada tahun 1901. Karakteristik ejaan van Ophuijsen:

  • Memakai i untuk membedakan huruf “I”. Itu digunakan untuk akhiran dan digunakan sebagai pengganti huruf “Y”.
  • Menggunakan huruf “OE,” untuk menggantikan U dalam kata-kata seperti: boeang, Soeka, goeroe, Boeloe, tidoer, dan banyak lagi.
  • Menggunakan huruf “J” untuk pengganti huruf “Y” dalam kata-kata seperti: Sajang (kasih sayang).
  • Menggunakan single kutipan aksen seperti pengganti huruf “K” seperti: ma’moer.

2. Ejaan Soewandi, digunakan di bulan Maret tahun 1947. Itu ejaan berlaku sampai tahun 1972. Ciri-ciri ejaan ini adalah:

indo9

  • Surat “OE,” diganti dengan huruf “U”.
  • Menggunakan kutipan diganti dengan huruf “K”.
  • Menggunakan nomor 2 untuk kata-kata ulang.
  • Tidak ada perbedaan antara menggunakan awalan dan kata berikutnya.

3. Mengeja Enchanced, ejaan Enhanced adalah ejaan sejarah Indonesia yang digunakan pada tahun 1972. Dengan mengganti ejaan Soewandi. Pada tanggal 23 Mei 1972, pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Tun Hussien Onn (pendidikan Menteri Malaysia) dan Mashuri (Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia). Sementara itu, pada tanggal 16 Agustus 1972, Decralation No. 57, 1972, memperlakukan ejaan Latin untuk bahasa Melayu dan Indonesia. Karakteristik ejaan yang disempurnakan, antara lain:

  • Menggunakan huruf “C” untuk menggantikan huruf “TJ”
  • Menggunakan huruf “J” untuk menggantikan huruf “Dj”.
  • Menggunakan huruf “K” untuk menggantikan huruf “Kh”.
  • Perubahan dari awal “Sj” “Sy”.
  • Perubahan dari awal “Nj” ke “Ny”.
  • Perubahan dari awal “J” “Y”.

Cara belajar bahasa Indonesia

Belajar Bahasa Indonesia tidak memberikan hasil yang lebih baik seperti yang kita ketahui. Itu tergantung pada apa tujuan belajar bahasa Indonesia. Kadang-kadang, anda harus belajar bahasa Indonesia dengan membaca dan menulis untuk mendapatkan perbaikan lebih baik. Kemudian, berkonsultasi dengan yang lain untuk mendapatkan pemahaman tentang apa yang anda katakan dalam Bahasa.

Tinggal di Indonesia dan berbicara dengan orang-orang akan membuat anda memahami bahasa. Bahasa cukup kompleks daripada bahasa lain. Yah, guru profesional dan membaca buku-buku atau koran (dalam istilah tata bahasa) akan menunjukkan perbaikan yang lebih baik.

Cara lain untuk belajar bahasa Indonesia adalah melakukan Chatting dengan orang-orang Indonesia.Selain itu, sebagian besar penduduk Indonesia menggunakan bahasa Slang bukan bahasa terstruktur dalam percakapan sehari-hari. Indonesia terdiri lebih dari 17.000 pulau dengan lebih dari 300 bahasa asli dan lebih dari 740 bahasa dan dialek yang memberikan banyak pengaruh terhadap Indonesia cara berbicara satu sama lain.

Beberapa kata-kata yang diadopsi oleh negara-negara lain

Berikut adalah istilah dalam bahasa Indonesia diserap dari negara lain

Belanda

  • Absen (absen)
  • Atlet (atleet)
  • Atraksi (attractie)
  • Bagasi (belakang)
  • Bazar (bazaar)
  • Bensin (benzine)
  • Berita (berichten)
  • Cokelat (chocolade)
  • Dasi (das)
  • Egois (egoistisch)
  • Eksklusif (exclusief)
  • Gubernur (gouverneur)
  • Handuk (handdoek)
  • CV. identitas (identiteit)
  • Kamuflase (kamuflase)

Portugis

  • Dadu (dado)
  • Dua (dua)
  • Garpu (garfo)
  • Gereja (igreja)
  • Gudang (gudao)
  • Harpa (harpa)
  • Inggris (Ingles)
  • Jendela (janela)
  • Jurnal (Jornal)
  • Kaldu (caldo)
  • Kampung (campo)
  • Lelang (leilao)
  • Lemari (almario)
  • Lampion (lampiao)

Inggris

  • Pension (pensiun)
  • Fenomena (fenomena)
  • Rekor (rekor)
  • Relatif (relatif)
  • Stres (stres)
  • Tisu (tisu)
  • Toleransi (toleransi)
  • Tren (tren)
  • Trofi (trofi)
  • Unik (unik)
  • Adapula (uniseks)
  • Verifikasi (verifikasi)
  • Vila (vila)
  • Voli (voli)

Secara umum, semua negara memiliki bahasa mereka sendiri sebagai identitas. Bahasa sebagian besar membantu manusia untuk dapat berkomunikasi dengan satu sama lain, membuat teman baru juga berkontribusi untuk kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, adanya bahasa penting di dunia.

Prasasti tulisan bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia dikatakan prasasti dalam Melayu ditemukan di pulau Sumatera sekitar pada tahun 683. Mereka ditulis dalam Aksara Pallawa, varian dari aksara Brahmi India. Ketika Islam tiba di Asia Tenggara selama abad ke-14, Tulisan Arab yang dikenal sebagai Jawi script, diadopsi untuk penulisan bahasa Melayu. Ini digunakan hingga kuartal pertama dari abad ke-20 di Indonesia dan hingga tahun 1950-an di Malaysia. Jawi digantikan oleh alfabet Latin pada abad ke-17 selama masa penjajahan Belanda dan Inggris.

Sekarang, Jawi masih digunakan sebagai salah satu dari dua skrip resmi di Brunei, serta di Malaysia, Indonesia dan Singapura, terutama dalam konteks keagamaan.

Bahasa yang aktif

Ada lebih dari 725 bahasa yang diucapkan di Indonesia. Berikut adalah beberapa bahasa yang aktif digunakan di Indonesia:

  • Rejang (Sumatera Selatan)
  • Dairi (Sumatera Utara)
  • Toraja (Sulawesi Selatan)
  • Lampung (Sumatera Selatan)
  • Makassar (Sulawesi Selatan)
  • Suku Toba Batak (Sumatera Utara)
  • Sasak (Lombok)
  • Banjar (Kalimantan Selatan)
  • Aceh (Sumatera Utara)
  • Bali (Bali dan Lombok)
  • Bugis (Sulawesi Selatan)
  • Minangkabau (Sumatra tengah)
  • Jawa (Jawa)

Pada saat seseorang masih bayi, mereka belajar bahasa asli wilayah mereka dan ketika mereka masuk sekolah, mereka belajar Bahasa Indonesia. Umumnya sebagian besar orang Indonesia yang bertemu akan menjadi fasih dalam bahasa asli mereka dan juga sebagai bahasa nasional.

Selain pendidikan dan media, Bahasa Indonesia juga mendominasi sebagai bahasa modern. Bahasa Indonesia digunakan bersama dengan bahasa Inggris, Cina, Jepang dan bahasa asing lainnya. Bahasa ini menyediakan kesempatan yang baik untuk berbahasa Inggris dan memperoleh bahasa lain.

Sangat penting bagi untuk belajar bahasa asli untuk mengurangi hambatan bahasa dan membuat anda lebih nyaman. Ketika datang untuk belajar, masalah usia bukanlah halangan. Pada kenyataannya, belajar Bahasa Indonesia sebagai orang dewasa memiliki manfaat dari pemahaman yang cepat dan waktu belajar teratur secara umum. Faktor motivasi orang dewasa sangat tinggi untuk belajar bahasa Indonesia.

Sahabat, demikian artikel ini kami bahas mengenai Bahasa Indonesia dan semoga saja dapat sangat bermanfaat serta berguna bagi banyak pembacanya. Semoga dengan adanya artikel ini pembacanya menjadi lebih pintar dan bijaksana. Sekian artikel ini kami sampaikan dengan tujuan untuk memberikan ilmu tambahan untuk pembacanya. Selamat membaca dan sampai bertemu kembali dan tentunya dengan artikel bermanfaat lainnya.