Imlek Dan Nien, Yang Keduanya Memiliki Kutipan Penting

Gays, sebelumnya kita sudah pernah membahas salah-satu makanan tradisional bagi orang Cina yang di sebut sebagai kue bulan yang sangat berhubungan erat dengan dengan adanya musim gugur. Masih banyak lagi yang akan kita bahas di sini yang tentunya berhubungan dengan orang Cina. Bagi setiap orang Cina ada perayaan yang di katakan sangat istimewa yang di kenal sebagai imlek atau tahun baru Cina. Di katakan dalam perayaan tersebut yang di dalamnya juga sangat berkaitan dengan sesosok mahkluk yang bernama Nien.

Lalu apa hubungannya Nien dengan Imlek? Sebelum kita membahasnya lebih dalam, yuk kita simak lebih dulu ada beberapa legenda atau cerita yang sangat top dari tahun baru Cina.

Legenda atau cerita Top tahun baru Cina

Ada banyak legenda tentang tahun baru Cina. Kami ingin berbagi dengan anda dengan beberapa legenda yang sangat populer.

  • Legenda mengapa tahun baru di rayakan

Tahun baru Cina di sebut Guo Nian yang dapat berarti ‘ merayakan tahun baru ‘ atau ‘mengatasi Nian’. Karakter (Nián) dapat berarti ‘tahun’ atau ‘Nian rakasa’.

Pada zaman kuno, ada sebuah rakasa yang bernama Nian  atau Nianshou dengan tanduk panjang di kepala yang sangat tajam. Di katakan, ia tinggal dan menetap dalam laut sepanjang tahun dan hanya muncul setiap tahun baru Cina dengan memakan orang dan ternak di desa-desa yang terdekat.

Oleh karena itu, pada hari tahun baru, orang akan melarikan diri ke pegunungan terpencil untuk menghindari oleh mahkluk rakasa tersebut. Orang-orang hidup dalam ketakutan ini sampai seorang pria tua dengan rambut putih dan kulit kemerahan mengunjungi desa yang sepi terbalut ketakutan.

Ia menolak untuk bersembunyi di pegunungan bersama dengan penduduk desa, namun ia berhasil mengusir rakasa tersebut dengan menyisipkan atau menempelkan kertas merah pada pintu, pembakaran bambu, menyalakan lilin di rumah-rumah dan mengenakan pakaian merah. Ketika para penduduk desa kembali, mereka terkejut menemukan bahwa desa telah aman dari teror monster jahat.

Setelah itu, setiap tahun baru Cina dan rakasa Nian tidak pernah muncul lagi. Tradisi ini terus hingga saat ini dan telah menjadi cara penting untuk merayakan kedatangan tahun baru Cina.

  • Legenda mengapa amplop merah di berikan

Selama periode tahun baru Cina, bagi setiap orang yang menikah atau orang tua memberikan amplop merah. Amplop merah di sebut juga yasui qian (“Uang Sui”).

Menurut legenda, pada malam tahun baru, selain rakasa Nian, ada setan bernama Sui yang keluar untuk menakut-nakuti anak saat mereka tidur.

Di katakan bahwa anak-anak yang tersentuh oleh setan akan takut dan menangis dengan suara keras serta akan terkena demam yang mengerikan dan bahkan terganggunya mental. Untuk anak-anak tetap aman oleh Sui, orang tua akan menyalakan lilin dan meletakkannya hidup sepanjang malam.

Pada satu malam tahun baru, orangtua memberi anak mereka 8 koin untuk membuatnya tetap terjaga sehingga untuk menghindari anak mereka dari incaran Sui. Koin tersebut di bungkus dengan kertas merah sampai jatuh tertidur. Kemudian orang tua menempatkan bungkusan koin tersebut di bawah bantal.

Ketika Sui mencoba untuk menyentuh kepalanya, 8 koin akan mengeluarkan pancaran cahaya yang kuat yang di katakan dapat mengusir setan. 8 koin ternyata menjadi delapan peri. Selanjutnya memberikan amplop merah menjadi cara untuk menjaga anak-anak agar aman dan dapat membawa keberuntungan.

  • Legenda mengapa musim semi kuplet di tempel

Tercatat bahwa asal-usul musim semi kuplet sudah ada sejak 1000 tahun yang lalu ketika orang menggantung taofu di pintu.

Legenda mengatakan bahwa ada pohon persik besar yang telah hidup lebih dari 1.500 km di gunung roh. Di sebelah timur laut, ada pohon yang memiliki 2 penjaga bernama Shentu dan Yulei yang pintu masuk ke dunia hantu. Mereka akan menangkap hantu yang merugikan orang dan kemudian mengirimnya ke harimau sebagai makanan.

Oleh karena itu, Semua hantu takut akan 2 penjaga tersebut. Diyakini bahwa untuk menggantung buah persik dengan dua penjaga pintu bisa mengusir hal-hal yang jahat.

Oleh Dinasti Song (960-1279), orang-orang mulai menulis dua baris antitesis yang menguntungkan pada kayu persik bukan nama dua penjaga. Kemudian, kayu persik di gantikan oleh kertas merah yang melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan.

Sejarah imlek dan nian

Tahun baru Cina adalah festival tradisional tertua di Cina, tetapi banyak orang yang menilai bahwa Festival tersebut membawa keprihatinan. Banyak adat-istiadat yang ada dan kegiatan perayaan sebenarnya dapat di telusuri kembali ke cerita populer Nian rakasa yang membantu untuk menjelaskan mengapa dan bagaimana festival ini di rayakan.

Menurut legenda Cina kuno, di masa lampau ada monster ganas bernama “Nian” dengan gigi dan tanduk yang sangat tajam. Di katakan Nian tinggal di laut dengan waktu yang lama dan akan naik ke darat pada akhir tahun lunar di mana kedatangannya berburu manusia dan ternak. Oleh karena itu, setiap waktu sebelum malam tahun baru, Semua penduduk desa akan melarikan diri ke pegunungan terpencil untuk menghindari serangan Nian.

Ketika para penghuni desa berlindung di pegunungan, desa tersebut kedatangan orang tua yang aneh. Dengan rambut perak, ia adalah seorang pengemis yang berjalan dengan menggunakan tongkat.

Larut dalam kepanikan, desa tersebut di penuhi dengan ketakutan serta dengan suasana yang sangat gelap karena semua lampu di matikan dan posisi jendela serta pintu tertutup rapat serta memasukkan semua yang di anggap sebagai kebutuhan hidup kedalam rumah. Dari keadaan tersebut, kehadiran orang tua di desa itu tidak ada yang memperdulikan.

Pada tengah malam, Rakasa masuk ke desa dan ia merasakan perubahan pada desa tersebut. Di masa lalu, seluruh desa berada dalam kegelapan, tapi pada saat itu, hanya rumah yang ada di sebelah timur sangat bercahaya. Kemudian Nian mendekati rumah tersebut dengan menemukan semua pintu dan jendela yang tertempel dengan kertas merah dan banyak lilin menyala di dalam rumah.

Sampai keesokan harinya, penduduk desa kembali ke kampung halaman mereka, kemudian mereka terkejut dengan suasana desa yang porak-poranda. Pada saat itu, nenek tua sadar bahwa kehadiran Nian berasal dari janji orang tua. Dia bergegas memberitahukan kepada warga lainnya tentang komitmen beggar’s. Keinginan untuk memeriksa kebenaran, semua orang berbondong-bondong ke rumah nenek tua dan mereka menemukan karya-karya merah pada pintu dan jendela, lilin di rumah dan bambu di halaman.

Dengan segera, seluruh warga desa melakukan penerangan di desanya dengan membakar bambu serta menggunakan kertas merah yang di yakini sebagai kunci ajaib untuk mengalahkan atau mengusir mahkluk raksasa tersebut.

Untuk merayakan kemenangan atas kekalahan rakasa, orang-orang menggunakan segala hal yang baru serta mendatangi tetangga untuk berbagi kegembiraan. Berita menyebar dan semua orang tau bagaimana cara membela diri dari serangan binatang raksasa yang menakutkan tersebut.

Oleh karena itu, pada setiap malam tahun baru, orang akan menyalakan lilin dan membakar bambu (kembang api) untuk mengusir roh-roh jahat.

Tradisi yang mewarisi sampai hari ini. Menurut cerita, tahun baru Cina atau Festival musim semi juga disebut “Guo Nian,” yang berarti “Selamat Nian”. Merah juga menjadi warna yang paling populer untuk festival perayaan dan kode berpakaian.

Asal-usul tahun baru Imlek dan Nian

Jutaan orang di seluruh Cina, Korea, Vietnam, Jepang dan negara-negara lain di seluruh dunia merayakan tahun baru Imlek dan menyambut tahun baru bagian dari kebiasaan kuno yang dikatakan telah ada setidaknya 3.400 tahun yang lalu.

Tahun baru Cina, yang juga disebut Festival musim semi, berubah setiap tahun karena di dasarkan pada kalender lunar. Meskipun kalender Gregorian Barat di dasarkan pada orbit bumi yang mengelilingi matahari, Cina dan negara-negara Asia menggunakan kalender lunar yang di dasarkan pada orbit bulan yang mengelilingi bumi. Tahun baru Cina selalu jatuh pada bulan baru yang kedua setelah musim dingin solstice atau titik balik Matahari.

Sementara Buddhisme dan Taoisme memiliki kebiasaan unik selama tahun baru, tahun baru Cina jauh lebih tua dari ke-2 Agama tersebut. Seperti banyak masyarakat agraris, tahun baru Cina berakar dalam perayaan musim semi. Tahun baru adalah memulai persiapan untuk musim tanam baru. Seluruh tujuan, dalam sejarah, membuat kalender atau untuk memfasilitasi pertanian. Itu penting untuk mengetahui kapan harus menabur benih tanaman.

Namun, kalender Cina kuno di tahun baru Cina yang di dasarkan juga berfungsi sebagai panduan Agama, Dinasti dan sosial. Oracle atau ramalan tulang bertuliskan astronomi menunjukkan bahwa perayaan tersebut sudah ada sejak ada abad ke 14 SM, ketika Dinasti Shang berada dalam kekuasaan, meskipun beberapa percaya itu mulai dari awal Kaisar Yao dan Shun (2.300 BC).

  • Nian legendaris

Menurut kisah dan legenda, awal tahun baru Cina di mulai dengan perang melawan seekor binatang yang di sebut Nian. Ia yang memiliki tubuh seperti banteng dan kepala yang seperti singa. Di katakan, hewan tersebut sangat ganas yang hidup di pegunungan dan berburu untuk untuk kelangsungan hidup. Menjelang akhir musim dingin, ketika tidak mendapatkan mangsa atau makanan, Nian akan datang pada hari pertama tahun baru ke desa-desa untuk memakan ternak, tanaman dan bahkan penduduk desa terutama anak-anak. Untuk melindungi diri, para penduduk desa akan menaruh makanan di depan pintu mereka pada awal tahun. Di yakini bahwa setelah Nian memakan makanan yang penduduk desa sediakan, tidak akan menyerang orang lain.

Penduduk desa tinggal dengan teror keberadaan Nian, tapi seiring waktu penduduk desa mengetahui bahwa Nian yang terkenal ganas takut dengan 3 hal seperti warna merah, api dan kebisingan. Jadi, ketika tahun baru Cina datang, warga akan menggantungkan lentera merah pada jendela dan pintu. Selian itu, penduduk desa juga menggunakan kembang api untuk menakut-nakuti Nian. Selanjutnya Nian tidak pernah datang ke desa lagi. Menurut legenda, Nian akhirnya di tangkap oleh Hongjun Laozu, Tao biksu kuno dan Nian menjadi Gunung Hongjun Laozu.

Setelah Nian ditangkap, setiap orang memiliki perayaan besar dan ritual dalam mengusir benda asing dan jahat pada tahun berikutnya dan ritual ini di wariskan dari generasi ke generasi dan kebiasaan merayakan tahun baru dengan petasan, kebisingan dan warna merah yang bertahan sampai hari ini.

  • Merayakan kebiasaan kuno

Perayaan tahun baru Cina atau imlek yang di katakan datang dari kisah legendaris Nian. Jendela dan pintu di dekorasi dengan warna merah yang bertema “keberuntungan” atau “kebahagiaan”, “kekayaan”, dan “panjang umur.” Merah adalah warna dominan yang di gunakan dalam perayaan tahun baru Cina. Ini adalah lambang sukacita dan juga melambangkan kebajikan, kebenaran dan ketulusan. Di panggung opera Cina, wajah di cat merah biasanya menandakan seorang tokoh Suci atau setia dan kadang-kadang seorang kaisar yang besar. Pada hari tahun baru Cina, orang-orang memberikan hadiah uang kepada teman, Keluarga dan rekan-rekan di amplop kertas merah.

Ini adalah praktek tradisional kembang api dan membuat kebisingan sebanyak mungkin untuk mengusir Roh-roh jahat seperti Nian.

Tradisi lainnya yang seringkali pada malam sebelum tahun baru Cina adalah kesempatan keluarga berkumpul untuk makan malam bersama. Hal tradisional ini juga bagi setiap keluarga benar-benar membersihkan rumah yang memiliki arti setiap musibah atau penyakit untuk keluar dan berharap keberuntungan untuk masuk. Beberapa keluarga dapat mengundang Rombongan penari singa atau Barongsai sebagai sebuah ritual untuk mengantar tahun baru Cina serta untuk mengusir roh-roh jahat. Di banyak kota, ada pertunjukan dan tarian yang telah ada selama ribuan tahun, seperti dalam Kerajaan Surga yang menyembah upacara yang di lakukan oleh Kaisar sepanjang sejarah di Beijing untuk berdoa bagi perdamaian dan kemakmuran bangsa.

Fakta Nian dan Imlek

1. Festival berubah setiap tahun

Festival atau perayaan tahun baru Cina di katakan mengikuti kalender lunar, berdasarkan pergerakan bulan. Biasanya, itu jatuh pada hari antara pertengahan Oktober dan pertengahan Februari. Pada tahun 2018, tahun baru Imlek jatuh pada 16 Februari.

2. Imlek juga disebut Festival musim semi

Festival ini biasanya jatuh setelah jangka waktu matahari, awal musim semi (Li Chun) dan adalah sebuah festival di musim semi.

3. Tahun baru Cina dimulai dengan adanya hewan buas

Di Cina, setiap siklus lunar memiliki 12 tahun dan 60 tahun di anggap sebagai sebuah siklus yang kecil. Masing-masing 12 tahun di definisikan oleh tanda binatang seperti tikus, kerbau, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, domba, monyet, ayam, anjing dan babi. 2018 adalah tahun anjing.

4. Perayaan ini berlangsung selama 15 hari

Puncak perayaan pada malam tahun baru Cina dan hari pertama tahun baru Imlek. Hari ke-15 disebut Festival lampion, menandai akhir perayaan.

5. Seperenam dari penduduk dunia merayakannya

Hal ini tidak hanya di rayakan di daratan Cina, tetapi juga di Hong Kong, Taiwan, Vietnam, Singapura dan beberapa negara Asia lainnya serta orang Cina yang ada di seluruh dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, perayaan di New York, London, Vancouver, Sydney dan kota-kota lain luar negeri telah menyebar dari Chinatowns (Sebuah daerah di sebelah selatan Singapura). Tahun baru Cina telah menjadi salah satu festival yang paling terkenal di dunia.

6. Hari terpanjang untuk liburan

Sebagian besar karyawan memiliki 7 hingga 12 hari libur kerja dan siswa memiliki liburan musim dingin selama sebulan. Liburan tahun baru Cina 2018 adalah dari 15 hingga 21 februari.

Di mana pun mereka berada, setiap orang Cina mencoba untuk pulang ke rumah dan mengadakan kumpul keluarga, seperti orang Barat mencoba untuk merayakan Natal bersama keluarga mereka. Sementara itu, beberapa keluarga bepergian bersama-sama selama liburan. Hal ini membuat migrasi tahunan terbesar di dunia dan di kenal sebagai perjalanan Festival musim semi.

7. Makan malam adalah sebuah ritual

Makan malam di malam tahun baru Cina adalah pesta besar untuk memperingati tahun yang telah berlalu. Ini adalah waktu yang paling penting bersama keluarga.

8. Perayaan tahunan menggunakan kembang api terbesar

Kembang api adalah bagian tak terpisahkan dari perayaan untuk menghidupkan suasan Festival di musim semi. Semua keluarga menggunakan kembang api untuk merayakan festival. Acara kembang api terbesar adalah pada malam tahun baru Imlek.

9. Dekorasi perayaan sebagian besar adalah merah

Rumah di hiasi dengan kertas berwarna merah, lampion merah dan jalan-jalan kota yang di terangi oleh lampion Merah dan banyak orang berpakaian merah. Hal ini karena merah dalam budaya Cina adalah simbol dari kebahagiaan, kekayaan dan kemakmuran serta di percaya dapat mengusir roh-roh jahat dan membawa keberuntungan.

10. “Guo Nian Hao” adalah salah-satu tahun baru Cina yang paling banyak di gunakan

Ini adalah perayaan yang seperti orang Barat “Merry Christmas” kepada satu sama lain pada hari Natal. Itu berarti “Selamat tahun baru”.

Mengapa perayaan tahun baru Cina juga di sebut “Guo Nian”? “Nian” adalah kata Cina yaitu tahun. Dalam budaya rakyat Cina, perayaan Festival musim semi juga di sebut “Guo Nian” (berarti “lewat setahun”). Dalam cerita tahun baru Cina, “Nian” adalah hewan rakasa yang kejam suka makan ternak dan anak-anak yang takut dengan warna merah dan kebisingan. Oleh karena itu, orang menggunakan warna merah dan kembang api untuk mengusir “Nian”.

Mitos Nian dan Imlek

Untuk merayakan tahun baru Cina, putri bulan Barbara Laban, berbagi kisah-kisah mitologis yang favorit dari Cina, dari Sun Wukong si raja monyet dan bagaimana zodiak Cina di mulai.

1. Sun Wukong, Raja Monyet

Monyet paling terkenal di Cina adalah pasti Sun Wukong. Dia adalah salah satu karakter utama di Cina klasik yang melakukan perjalanan menuju ke Barat. Pada awalnya Sun Wukong sangat nakal, bersemangat untuk mengambil alih dunia. Ia kemudian menjadi teman setia biksu Xuanzang yang di utus untuk melakukan perjalanannya dari Cina ke India dan kembali lagi.

2. Chang’e dan Hou Yi

Hou Yi memiliki ramuan untuk menjadi abadi, tapi hanya satu. Dia tidak ingin membagikan ramuan tersebut kepada istri tercintanya. Suatu hari, ketika Hou Yi tidak pulang, murid Feng Meng berusaha mencuri ramuan dari Chang’e. Dia tahu dan tidak bisa mengalahkannya sehingga ia meminumnya. Ramuan membuatnya terbang menuju ke bulan.

3. Giok kelinci

Banyak hingga seluruh Asia menceritakan tentang giok kelinci. Ia menjadi seorang sahabat Chang’e dan sering di gambarkan di samping bulan. Dia sangat erat kaitannya dengan profesi medis, sering di gambarkan memegang lesung dan alu.

4. Gadis penenun dan gembala sapi

Putri Dewi dan gembala sapi Niulang. Mereka jatuh cinta, menikah dan memiliki anak. Tapi ketika Dewi menemukan mereka, keduanya di pisahkan ke sisi yang berbeda dari Bima Sakti. Namun, sekali setahun, akan membantu keluar dan membentuk sebuah jembatan antara dua kekasih. Hari yang di rayakan sebagai hari raya Cina.

5. Legenda siluman ular putih

Legenda ini memiliki akhir yang bahagia. Cerita ini terletak di kota indah Hangzhou yang terkenal dengan danaunya yang sangat indah. Ular putih tinggal di danau indah tersebut. Dia telah memperoleh kekuatan magis dan bisa mengubah dirinya menjadi manusia. Ia jatuh cinta dengan sarjana Xu Xuan dan setelah mengatasi banyak rintangan mereka akhirnya meyakinkan para dewa untuk memberkati hubungan mereka.

6. Naga

Naga merupakan pahlawan dalam mitologi Tionghoa dan sebagai makhluk yang paling kuat. Naga adalah lambang Kaisar, membawa keberuntungan dan nasib baik. Di katakan bahwa Kaisar berubah menjadi seekor naga dan terbang ke surga ketika ia meninggal.

7. Nian

Ada sebuah kisah untuk menjelaskan mengapa tahun baru Cina di rayakan dengan banyak kebisingan. Ada raksasa menakutkan yang disebut Nian yang turun dari pegunungan untuk berburu. Masyarakat desa itu begitu takut bahwa mereka mengunci diri di rumah setiap kali mahkluk tersebut datang. Satu orang tua yang bijaksana di desa menyarankan akan lebih baik jika mereka bersama dan mengejar raksasa tersebut. Itu mereka lakukan dengan suara drum dan kembang api. Ini adalah bagaimana perayaan tahun baru Cina pertama dimulai. Nama monster, “Nian”, juga berarti “tahun” dalam bahasa Cina.

Lambang penting Imlek dan Nian

Tahun baru Imlek atau Festival musim semi adalah hari libur terpenting di daratan Cina dan juga di rayakan oleh jutaan etnis Cina di seluruh dunia. Meskipun komersialisme modern, Festival musim semi tetap terutama sebagai liburan keluarga dan waktu penting untuk kumpul keluarga. Setiap perayaan tahun baru Cina, kota-kota dan di penuhi dengan banyak dekorasi, semua yang mengandung simbolisme yang berkaitan dengan Festival musim semi Cina.

Warna merah: Dalam budaya Cina, warna merah sangat erat kaitannya dengan keberuntungan dan kebahagiaan. Ini adalah tema umum di seluruh Festival musim semi Cina dan banyak item yang di buat sebagian atau seluruhnya dalam warna merah, termasuk pakaian, petasan dan banyak masih banyak lagi. Di Cina, pentingnya warna merah juga di kaitkan dengan binatang yang disebut “Nian” yang konon selalu meneror sebuah desa di Cina kuno pada hari pertama setiap tahun baru Cina. Penduduk desa akhirnya menyadari bahwa Nian takut dengan warna merah dan mulai menggunakan warna tersebut untuk menghias rumah mereka ketika mempersiapkan diri untuk menyambut tahun baru Cina. Selain penggunaan selama Festival musim semi, warna merah juga sering digunakan dalam pernikahan dan ketika membuka bisnis baru.

Warna kuning: Warna kuning adalah simbol dari Kaisar Cina dan bahkan dalam masyarakat modern dapat di lihat sebagai status yang lebih tinggi. Sementara warna kuning sering di pandang sebagai lambang pengecut dalam masyarakat dan penduduk Cina menilainya sebagai simbol kepahlawanan. Di Cina, warna kuning juga di lihat sebagai melambangkan keberuntungan. Namun, warna kuning harus di gunakan dengan hati-hati oleh mereka yang tidak akrab dengan budaya Cina dalam beberapa keadaan dapat merujuk pornografi atau perilaku cabul.

Karakter fu: Hiasan yang sangat umum selama festival musim semi atau tahun baru Cina adalah karakter “Fu  yang berarti keberuntungan di Cina. Kertas Persegi berwarna merah yang berkarakter Fu disisipkan ke sisi luar pintu rumah dan kadang-kadang karakter tersebut juga di gunakan untuk menghiasi pintu. Sementara di masa lalu biasanya terdiri dari kertas persegi merah dengan kaligrafi berwarna hitam, banyak versi modern jauh lebih rumit dan menggunakan warna emas untuk karakter dan di hiasi dengan karakter lain dari kartun atau hewan dari tahun sekarang.

Amplop merah: Selama Festival musim semi atau tahun baru Cina itu adalah praktek yang umum untuk orang tua dan pasangan yang sudah menikah untuk memberikan hadiah atau sejumlah kecil uang untuk anak-anak dan orang dewasa. Uang ini, disebut sebagai “ya sui qian,” di masukkan ke dalam amplop merah kecil yang juga di sebut “hong bao.” Uang itu di berikan untuk membuat anak-anak bahagia serta untuk memberi mereka keberuntungan di tahun baru.

Menariknya, ini di percaya berhubungan dengan menangkal roh-roh jahat dan melindungi anak-anak bukan hanya memberkati mereka dengan keberuntungan. Secara historis, sejumlah besar uang tidak di berikan kepada anak-anak dalam amplop merah.

Ikan: Ikan adalah tema yang sangat umum dalam Festival musim semi Cina terutama karena berkat umum selama tahun baru, “nian you yu.” Ini mengatakan, “mungkin akan memiliki ikan setiap tahun” dalam bahasa Cina. Dengan demikian ketika satu keinginan bagi seseorang untuk memiliki ikan setiap tahun di Cina, salah satu juga berharap mereka tidak pernah memiliki makanan, uang, atau hal-hal lain. Ikan adalah sebuah hiasan umum, tidak hanya selama Festival musim semi Cina, tetapi bagi siapa saja yang berharap untuk hidup ekstra.

Pemotongan kertas: Memotong kertas adalah kerajinan lain tradisional Cina yang sering terlihat selama Festival musim semi. Pemotongan tersebut telah di mulai ribuan tahun yang lalu sebagai cara untuk menyembah Tuhan dan tradisi yang di katakan telah mulai bahkan sebelum penemuan kertas. Selama Festival musim semi Cina, beberapa desain yang paling umum adalah karakter Fu. Guntingan kertas tersebut juga sering di temukan pada acara pernikahan dan perayaan lainnya. Bahan yang di gunakan dalam kerajinan ini selalu berwarna merah.

Lentera atau lampion: Meskipun ada banyak jenis lampion Cina, yang sering di gunakan selama Festival musim semi Cina selalu berwarna merah dan selalu berbentuk bulat atau oval. Mereka dapat di buat dari kertas atau kain dan biasanya di hiasi dengan kaligrafi hitam atau emas dan kadang-kadang dengan simbol-simbol makmur lainnya. Pesan umum pada lampioan selama tahun baru Cina mengacu pada kebahagiaan, kedamaian, keberuntungan dan kemakmuran.

Kembang api: Di Cina, kembang api dan petasan pertama di buat dari batang bambu yang di isi dengan bubuk mesiu dan di gunakan untuk mengusir roh jahat. Kembang api Cina Modern dan petasan di cat merah atau di bungkus dengan kertas merah.

Dewa dapur: Zao Jun atau dewa dapur adalah dewa yang di hormati secara luas di Cina kuno. Secara tradisional gambar dewa dapur di gantung di atas api di dapur dan ia di anggap pelindung keluarga. Pada akhir tahun, di yakini bahwa dewa dapur akan melakukan perjalanan ke surga untuk melaporkan perbuatan keluarga kepada Kaisar. Berbagai kegiaatan di maksudkan untuk memastikan bahwa dia tidak mengatakan apa-apa yang buruk.

Pada akhir tahun, gambarnya di bakar sehingga ia pulang ke surga dan gambarnya di pasang pada hari pertama Festival musim semi. Pada awal tahun baru Cina, gambar barunya akan di pasang, kegiatan aktual yang berhubungan dengan dewa dapur benar-benar terjadi sebelum Festival musim semi Cina di mulai.

Dewa gerbang: Tradisi dewa gerbang sudah ada sejak Dinasti Tang ketika Kaisar jatuh sakit setelah mimpi buruk atas hantu yang mencarinya di istana. Ketika rakyat Cina menangkap hantu yang sangat menyeramkan saat itu, Kaisar bertanya dua dari para Jenderal penjaga pintu. Pada malam berikut, Kaisar meminta salah-satu pengawalnya  untuk melindungi dirinya selama kaisar tidur. Cerita yang tersebar di seluruh Cina dan sampai hari ini orang-orang Cina menempelkan gambar dewa gerbang di luar rumah mereka sekitar waktu Festival musim semi untuk mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan.

Selain itu, dewa-dewa gerbang sebenarnya merupakan bagian dari kategori yang lebih besar dari “nian hua” yang merupakan lukisan atau gambar yang di letakkan pada pintu rumah selama tahun baru Cina. Jenis lukisan lain termasuk anak-anak dan ikan merah.

Dewa uang: “Cai Shen,” dewa uang atau kekayaan adalah dewa yang di yakini mampu membawa kekayaan. Dewa Cai Shen dapat di letakkan di rumah dan dapat mengunjungi tempat suci Dewa Cai Shen selama Festival musim semi untuk membakar dupa. Cai Shen adalah salah satu alasan untuk tahun baru Cina dengan ucaapan umum ucapan “gong xi fa cai” yang berarti “mungkin Anda menjadi kaya.”

Guys, hanya ini saja yang bisa kami berikan untuk anda. Semoga apa yang kami sampaikan ini dapat di jadikan sebagai sumber bacaan yang sangat bermanfaat serta berguna bagi banyak pembacanya. Selamat membaca dan sampai bertemu kembali di lain kesempatan yang tentunya dengan artikel bermanfaat lainnya.