Penjelasan Eritrosit Dan Leukosit Lengkap Dengan Perbedaannya

Dalam setiap tubuh manusia memiliki sel darah merah dan juga sel darah putih. Kedua dari sel tersebut memiliki arti yang berbeda. Disini akan menjelaskan secara lengkap mengenai sel darah merah dan sel darah putih. Tanpa banyak basa-basi lagi, langsung saja kita simak seluruh penjelasannya yang ada di bawah ini.

Penjelasan Sel Darah Merah

Sel darah merah adalah sel darah pada tubuh manusia yang dapat membawa oksigen dan zat lain dengan tidak adanya inti sel. Sel darah merah atau juga disebut sebagai Eritrosit dikatakan berasal dari bahasa Yunani erythros berarti merah dan sebagai selubung sel darah. Dikatakan lagi, Eritrosit atau sel darah merah dikatakan memiliki bentuk bulat pipih dengan cekungan pada bagian tengahnya.

Sel Darah Merah

Fungsi sel darah merah (eritrosit)

Sel darah merah memiliki berbagai macam fungsi seperti yang akan dijelaskan berikut ini.

Fungsi sel darah merah

  • Sebagai penghantar oksigen ke seluruh tubuh: Setelah sel darah merah terbentuk, ini akan tersebar kesemua bagian atau jaringan tubuh dan mengambil oksigen dari paru-paru kemudian menyebarkannya dan kembali lagi pada paru-paru lalu dikeluarkan.
  • Sebagai penentu golongan darah: Setiap manusia memiliki golongan darah yang berbeda. Maka dari itu, golongan darah ditentukan oleh sel darah merah dari ada dan tidaknya antigen aglutinogen.
  • Menjaga sistem kekebalan tubuh: Sistem kekebalan tubuh terjaga karena adanya Hemoglobin sebagai penangkal patogen dan bakteri serta menyingkirkan radikal bebas.
  • Pelebaran pembuluh darah: Ini bisa terjadi karena sel darah merah atau eritrosit melakukan pelepasan senyawa yang bernama S-Nithrosothiol pada saat hemoglobin mengalami tidak adanya oksigen atau terdeogsigenerasi sehingga terjadinya pelebaran pembuluh darah. Dalam keadaan tersebut, ini akan melancarkan darah mengalir pada seluruh tubuh.
  • Pengatur suhu tubuh: Peredaran darah pada seluruh bagian tubuh akan mengambil oksigen yang bertujuan sebagai oksidasi. Dari sinilah akan menghasilkan energi panas. Ini juga sebagai hasil dari adanya proses oksidasi sebagai pertahanan suhu tubuh. Jika udara panas, darah dan pembuluh darah dalam kulit akan mengasingkan suhu panas ke udara yang ada disekitarnya. Dalam keadaan tersebut, tubuh tidak akan mengalami peningkatan suhu.
  • Mengangkut karbondioksida: Fungsi dari sel darah merah juga mengangkut karbondioksida dari adanya proses metabolisme yang terikat pada hemoglobin yang dibawa ketempatnya seperti paru-paru.

Ciri-ciri sel darah merah

Dari fungsinya diatas, sel darah merah juga memiliki ciri-ciri yang dapat disebutkan dibawah ini.

sel-darah-manusia

  • Sel darah merah memiliki bentuk bulat pipih dimana pada bagian tengahnya mencekung.
  • Dikatakan, sel darah merah tidak mengandung inti sel.
  • Sel darah merah mengandung hemoglobin.
  • Sel darah merah dikatakan dapat mencapai umur lebih kurang hingga 120 hari.
  • Sel darah merah dapat mencapai 4 hingga 5 juta sel.
  • Sel ini bersifat elastic.

Proses pembentukan sel darah merah (eritrosit)

Eritropoiesis merupakan proses dari pembentukan Eritrosit atau pembuluh darah. Pembentukan sel darah merah ini diatur oleh hormon yang disebut eritropoietin. Pembentukan sel darah merah yang pertama dikenal sebagai proeritroblas. Apabila terbentuknya sel proeritroblas, ia akan mengalami proses pembelahan beberapa kali. Pembelahan pertama dengan sel-sel baru disebut sebagai basofil eritroblas.

Selanjutnya, pembelahan berikut akan terjadi apabila jumlah HB lebih banyak terbentuk dari yang sebelumnya. Tahap pembentukan sel tersebut disebut polikromatofil eritroblas. Ditahap berikutnya, pembentukan HB akan semakin banyak dan membentuk warna pada sel. Ini dikenal sebagai ortokromatik eritroblas. Berikutnya, sel yang penuh dengan jumlah Hb sekitar 34% sehingga nukleus yang memadat akan menjadi kecil.

Pada waktu yang sama, retikulum endoplasma akan melakukan proses penyerapan kembali atau direabsorpsi. Ini disebut sebagai sel retikulosit karena adanya sedikit basofilik yang berasal dari sisa aparatus golgi serta organel sitoplasma.

proses-pembentukan-trombosit

Dari tahap retikulosit, sel sumsum tulang akan berjalan mengarah pada kapiler. Retikulosit yang menyisakan basofilik akan menghilang dari 1 hingga 2 hari, lalu menjadi eritrosit matur.

Bila mana eritrosit berada pada sirkulasi, maka umur dari sel darah merah yang normal adalah lebih kurang 120 hari. Sel darah merah yang lama akan pecah pada pembuluh darah yang sempit. Hb pada eritrosit yang terlepas akan dicerna oleh sel makrofag yang ada pada limpa, hati sumsum tulang. Hb pada hati akan mengubah menjadi zat warna pada empedu yang kemudian ditampung pada kantung empedu. Warna empedu atau Bilirubin dikatakan akan memberikan warna pada feses atau tinja manusia.

Hb yang mengandung zat besi akan diangkut dan kemudian kembali dilepaskan kedalam sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah baru.

Penyakit yang berhubungan dengan sel darah merah

Layaknya untuk kita ketahui disini, penyakit tidak hanya datang dari proses gaya hidup yang tidak sehat. Tetapi, suatu penyakit juga bisa datang dari dalam darah. Kelainan darah atau adanya kuman dalam darah dikatakan dapat menyebabkan suatu penyakit.

Suatu penyakit yang dapat memberi pengaruh terhadap sel darah merah adalah Anemia. Anemia dikatakan sebagai suatu penyakit dimana seseorang yang sedang mengalami turunnya jumlah hemoglobin. Diketahui, anemia juga memiliki gejala-gejala sperti pucat, lemahdan detang jantung yang tak stabil atau cepat.

Penyakit jenis ini juga bisa dikatakan karena kurangnya jumlah sel darah merah. Apabila anemia terjadi dalam keadaan yang parah, maka ini akan membutuhkan transfusi sel darah merah.

sel darah merah

Dibawah ini, ada beberapa penyakit yang berhubungan dengan Anemia antara lain:

  • Kekurangan zat besi

Kekurangan zat besi merupakan gangguan anemia yang paling umum. Ini juga dikatakan dapat mempengaruhi segala usia dari anak-anak hingga orang dewasa. Kemingkinan ini diakibatkan dari asupan zat besi yang rendah atau pernah mengalami cidera parah hingga kehilangan banyak darah atau pendarahan.

  • Keracunan timbal

Ketika timbal masuk kedalam tubuh, ini akan masuk kedalam sel darah merah yang dikatakan dapat mengganggu produksi hemoglobin yang dapat menyebabkan anemia. Apabila keracunan timbal, ini akan mengalami keruskan pada jaringan tubuh seperti otak dan sistem saraf secara permanen.

  • Penyakit kronis

Kekurangan darah atau anemia juiga dapat mengakibatkan beberapa penyakit kronis seperti kanker atau infeksi virus human immunodeficiency.

  • Penyakit ginjal

Ginjal sebagai produksi erythropoietin atau hormon yang menstimulasi sel darah merah pada sumsum tulang. Dari adanya penyakit ginjal, produksi hormon ini secara otomatis akan terganggu.

  • Penghancuran sel darah merah yang sangat cepat

Apabila sel darah merah dihancurkan dari adanya suatu penyakit, produksi sel darah merah baru pada sumsum tulang akan meningkat. Jika proses penghancuran sangat cepat tidak seperti biasanya, maka akan menderita anemia.

Penjelasan Sel Darah Putih

Sel darah putih yang dimaksudkan disini adalah suatu sel yang dapat membentuk suatu komponen pada darah. Sel darah putih yang disebut Leukosit dikatakan memiliki inti tetapi tidak adanya sel tetap serta tidak memiliki warna. Sumsum tulang pipih, limpa dan kelenjar getah bening dikatakan sebagai tempatnya pembentukan sel darah putih. Dikatakan lagi, sel drah putih dapat hidup dari 6 hingga 8 hari.

Sel Darah Putih

Fungsi sel darah putih (leukosit)

Sel darah putih memiliki beberapa fungsi sebagai berikut ini.

Fungsi sel darah putih

  • Fungsi yang pertama dari sel darah putih adalah untuk manjaga kekebalan tubuh agar tidak mudah diserang oleh penyakit.
  • Sel darah putih akan melindungi tubuh dari setiap serangan mikroorganisme.
  • Ini akan memperbaiki darah yang terkena infeksi.
  • Setiap organisme yang hidup pada tubuh akan dihacurkan atau dimusnahkan.
  • Memiliki kemampuan yang tahan terhadap gangguan penyakit.
  • Dapat mengangkut zat lemak dari dinding usus kemudian dikirim ke pembuluh darah.
  • Dapat membentuk antibodi atau daya tahan dalam tubuh.

Ciri-ciri sel darah putih

Leukosit atau sel darah putih sesuai dengan fungsinya, juga memiliki ciri-ciri yang akan dibahas di bawah ini.

Ciri-ciri sel darah putih

  • Sel darah putih dikatakan tidak memiliki warna.
  • Mempunyai inti sel atau yang disebut nukleus.
  • Bentuknya tidak beraturan.
  • Bentuknya dapat berubah-ubah.
  • Dikatakan sel darah putih mampu bertahan untuk hidup dari 12 hingga 13 hari.
  • Sumsum tulang pipih, limpa dan kelenjar getah bening dikatakan sebagai tempatnya pembentukan sel darah putih.
  • Bergerak seperti amoeba secara ameboid.
  • Sanggup menembus dinding pembuluh darah.

Proses pembentukan sel darah putih

Pembentukan sel darah putih disebut sebagai leukopoiesis. Ini diakibatkan dari rangsangan colony stimulating yang berasal dari leukosit dewasa. Sel darah putih yang disimpan dalam sumsum tulang akan dikeluarkan dari sistem sirkulasi. Apabila granulosit dilepaskan, maka kebutuhannya meningkat.

Proses pembentukan sel darah putih

Leukosit yang jumlahnya bertambah dianggap sebagai proses pertumbuhan dan membelahnya sel. Sel tersebut mampu berkembang dan membelah diri menjadi leukosit sehingga dilepaskan ke peredaran darah. Berdasarkan peredarannya, sel darah putih dapat bertahan tidak lebih dari satu hari lalu masuk ke jaringan. Berdasarkan jenis leukosit, sel darah putih mampu bertahan dari minggu hingga hitungan bulan.

Berbeda dengan pembentukan eritosit, ada dua jenis leukosit dimana pembentukannya disesuaikan dengan seri leukositnya. Sel granulosit atau granulopoiesis terbentuk pada masa mieloblast dan agranulosit yang juga terdiri dari dua jenis yaitu monosit dan limfosit.

Penyakit yang berhubungan dengan sel darah putih

Untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuh, peran sel darah putih sangat penting untuk melindungi tubuh dari berbagai infeksi. Sel darah putih dikatakan memiliki berbagai macam jenis seperti neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil dan basofil. Sebagai pertahanan sistem kekebalan tubuh, ada beberapa penyakit yang berhubungan dengan sel darah putih.

Penyakit yang berhubungan dengan sel darah putih

  • Neutropenia

Ini merupakan sebagai kondisi pada jumlah neutrofil yang sebagai bagian dari sel darah putih dalam darah menurun. Apabila kekurangan neutrofil, tubuh akan sulit untuk melawan bakteri yang bisa mengakibatkan berbagai infeksi. Neutropenia bisa disebabkan dari penggunaan obat, kemoterapi dan infeksi virus.

  • HIV atau AIDS

AIDS merupakan salah-satu penyakit yang sangat mematikan yang bisa saja mengancam banyak kehidupan karena dapat menyebar. Penyakit ini dikarenakan adanya human immunodeficiency virus (HIV). Jika ini dialami oleh seseorang, maka sel darah putihnya akan hancur dan secara otomatis sistem kekebalan tubuh akan melemah.

  • Lymphocytopenia

Ini disebut sebagai kurangnya limfosit daam darah. Ini dapat menyebabkan infeksi kronis serta gangguan herediter atau penyakit keturunan.

  • Leukemia

Leukimia atau yang biasa disebut sebagai kanker darah adalah sebuah penyakit yang dikarenakan kenaikan leukosit belum matang yang tak terkendali. Walaupun pertumbuhannya yang tak terkendali belum bisa diketahui, tetapi ada berbagai macam jenis leukimia yang disebabkan adanya peningkatan jumlah sel leukosit yang belum dewasa seperti:

  1. Leukemia myeloid akut (AML)
  2. Leukemia myeloid kronis (CML)
  3. Leukemia limfositik akut (ALL)
  4. Leukemia limfositik kronis (CLL)

Perbedaan Sel Darah Merah Dan Sel Darah Putih

Dua sel utama pada tubuh yang disebut sebagai sel darah merah dan sel darah putih. Diantara kedua sel tesrebut, masing-masingnya memiliki perbedaan.

Perbedaan Sel Darah Merah Dan Sel Darah Putih

  • Sel darah merah dikatakan dapat mengangkut atau menangkap oksigen dan mengirimkannya keseluruh tubuh. Dan sel darah putih dikatakan sebagai sel yang bekerja untuk menjaga dan mempertahankan sistem kekebalan tubuh. Pada umumnya, sel darah merah berwarna merah dan sel darah putih dikatakan sebagai sel yang tak berwarna.
  • Selain itu, sel darah merah memiliki jumlah yang lebih banyak dalam darah jika dibandingkan dengan sel darah putih.
  • Selanjutnya, sel darah putih dikatakan memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan sel darah merah.
  • Sel darah merah tidak memiliki inti sel dan sel darah putih memiliki inti sel.
  • Untuk melawan infeksi, jumlah sel darah putih akan meningkat dan juga Leukosit memproduksi antibodi untuk melawan setiap benda asing. Selain itu, sel darah putih dibentuk di sumsum tulang dan juga dapat diproduksi pada beberapa organ seperti limpa, timus dan kelenjar getah bening.

Perbandingan sel darah merah dan sel darah putih

Lain perbedaan, lain pula perbandingan. Dibawah ini akan menguraikan beberapa perbadingan antara kedua sel tersebut.

Perbandingan sel darah merah dan sel darah putih

Sel darah merah

  • Sel darah merah memiliki bentuk fisik bikonkaf atau berbentuk piringan.
  • Sel darah merah dapat hidup sekitar 120 hari.
  • Kurangnya sel darah merah pada tubuh akan menurunkan kemampuan tubuh membawa oksigen.
  • Sebagai pengangkut oksigen dan karbondioksida.
  • Hanya memiliki satu jenis sel saja.
  • Dari jumlah darah, sel darah merah hanya sekitar 40-45%.
  • Warna pada sel darah merah dikarenakan adanya hemoglobin.
  • Terbentuknya sel darah merah merupakan tahapan embrio yang terbentuk pada sumsum tulang merah.
  • Pergerakan sel darah merah hanya antara sistem kardiovaskular.

Sel darah putih

  • Sel darah putih memiliki bentuk yang tidak beraturan dan memiliki inti.
  • Sel darah putih dapat hidup dari 4 hingga 30 hari.
  • Jumlah sel darah putih yang menurun dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.
  • Sel darah putih dapat melindungi tubuh dari adanya organisme asing.
  • Berdasarkan jumlah darah, jumlah sel darah putih hanya berkisar 1%.
  • Sel darah putih tidak berwarna.

Dari penjelasan yang ada di atas, semoga ini manjadi sangat berarti bagi banyak kalangan. Sampai disini saja pembahasan kita kali ini dan sampai bertemu kambali di hari berikutnya. Selamat membaca.